Karimunjawa Era 2016an

Meepo kita dengan salah satu agen travel hari Sabtu pagi adalah di warung Bu Dyah jam 7 pagi. Padahal nyata-nyata kapal ekspress berangkat jam 10 pagi. 3 jam itu berharga woy, paling gak kita dikasih tau kumpul maksimal jam 9 itu udah jauh lebih baik. Eaa, belum mulai tripnya udah ngedumel!

Untuk menghabiskan waktu kita jalan-jalan di sekitar pelabuhan dulu, yaitu ke pantai Kartini dan Ocean Park Kura-Kura (tidak masuk). 2 tempat ini bersebelahan persis dengan pelabuhan Kartini. Jangan dibayangkan pantai Kartini ada pasir membentang luas ya, karena pantai Kartini hanyalah sebuah tempat dengan landscape tulisan pantai Kartini, lalu ada jalan setapak untuk melihat lautan luas di utaranya. Lebih mirip pelabuhan kecil menurut saya. Karena bibir pantainya hanya batu-batuan dan banyak kapal nelayan. Sedangkan Ocean Park sendiri adalah sebuah tempat yang didalamnya ada akuarium besar yang berisi aneka ikan dan terumbu karang. Untuk view disini bagus, dibangun gazebo-gazebo mengelilingi bangunan kura-kuranya dan view sisi lainnya adalah laut lepas.
Pantai Kartini
Pantai Kartini
Jam 10 pun kita sudah di kapal ekspress bahari. Kapalnya sendiri bagus, bersih, dan nyaman. Bisa menempuh waktu 2 jam untuk sampai ke Karimunjawa. Sedangkan kapal satunya yaitu kapal Sinjai, bisa menempuh waktu sampai 5 jam untuk ke Karimunjawa. Perjalanan 2 jam kemarin menjadi cepat karena sepanjang perjalanan saya menonton film yang lagi di puter, lumayan-lah filmnya update. Bisa di cek video perjalanan hari pertama klik disini
Sekitar pukul 12.15 kita sudah di Karimunjawa. Alhamdulillah… Karimunjawa… Lets explore begin! Dan menunggu jemputan travel untuk ke homestay, menaruh barang dan makan siang lalu bersiap-siap explore destinasi pertama. Untuk homestay-nya bersih sih, tapi ada kecoanya dan banyak nyamuk, but it doesnt matter, kalo ketemu kasur dan kondisi capek pasti juga lelap. Haha…
Selesai makan kita langsung berangkat menuju pelabuhan kecil Karimunjawa, disana sudah ada kapal yang menunggu dan teman-teman (grup)open trip lainnya. Ada 3 grup besar yang tergabung dalam open trip kemarin, 1 geng hotel dan 2 geng homestay, sisanya ada couple dan individu. Jujur sih, selama ikut open trip, ini adalah open trip saya yang paling nge-geng. Gak bisa membaur jadi 1 :(. Balik ke topik… Spot pertama yang saya kunjungi adalah spot snorkeling ntah namanya apa karena awak kapal ditanya juga gak tau, rameee bgt kayak dawet. Kondisi air juga pas gak jernih, padahal gak begitu mendung. Untuk underwater-nya biasa aja. Miris sih liat karang yang hancur dimana mana :(. Aneka ragam ikan juga sedikit. Ada sih jenis tertentu yang banyak ikannya. Tp hanya 2/ 3 jenis saja. Disini kurang bisa menikmati juga karena snorkel yang disediakan pihak travel bocor (gak ada cadangan lagi), fin nya lemes banget udah gak lurus. Jadi udah selang bocor, kaki jg lecet bukan karena karang tapi karena fin-nya yang waktunya ganti. Untung saja masih ada ikan badut menyapa saya. Selesai snorkeling kita dibawa ke pantai Batu Topeng, ntah mana yang menyerupainya. Guide nya ditanya gak bisa jawab lagi dan cuek!
Nemo :(
Nemo 😦
Pantai Batu Topeng
Pantai Batu Topeng
Untuk pantainya saya tidak wow banget, walaupun ada yang bagus juga sebenernya. Mungkin karena pantainya kemarin kayak pasar dan banyak kapal sehingga hanya sedikit view yang bisa dinikmati. Disini saya dan geng hanya makan gorengan dan mie goreng. Sumpah gorengannya enakkk, habis 5 tempe goreng kalo gak salah, haha…  Dan setengah 6 malam pun kita harus balik lagi ke penginapan. Yah, sunsetan di atas kapal, its ok 🙂
sunset-an di atas kapal
sunset-an di atas kapal
Suasana pelabuhan menjelang petang
Suasana pelabuhan menjelang petang
Malamnya saya dan geng ke alun-alun, kebetulan hari itu sedang ada orkes dangdut dalam acara pemilihan lurah atau apalah. Ramee bgt udah kayak pasar di tanah abang :D. Di alun-alun banyak dijual souvenir, baju, kaos, ikan laut, cumi, kerang, lobster, udang, kerupuk dan masih banyak lain. Saya lebih tergoda dengan kerangnya. Dan terpilihlah kerang saus padang. Rancak banaWenak tenan, harganya pun juga masih standar karena jumlahnya yang banyak. Tapi untuk yang lain sedikit mahal, harus tawar menawar apalagi kalo beli kaos dan sovenir. Kenyang makan kerang langsung balik homestay dan tidur…
Setengh 9an pagi kita sudah di dermaga dan baru setengah 10an kita berangkat. Padahal di jadwalnya jam 8 sudah berangkat lho. Yaweslah… Spot pertama hari kedua yaitu ke snorkeling di spot gosong. Disini visibilitinya lebih bagus dari kemarin, better lah lebih banyak jenis karang, tapi ikan masih gitu-gitu aja jenisnya. Selesai snorkeling kita ke pulau gosong nya untuk makan siang dengan menu ikan bakar… Enakkk udah terbayang… Tapi kemarin belum makan udah kenyang duluan, wkwkw… Nunggunya aja sampe sejam lebih. Dan dengan pulau sekecil itu lebih berasa aura pasarnya, padet banget nget kayak tempe penyet :(. Singkat cerita ikannya datang, lalu kita makan, dan saya sampe makan 3,5 bagian (2 kepala, 1,5 badan) rasanya sudah eneg banget, wkwk…
Sebelum berangkat eksplore hari kedua
Sebelum berangkat eksplore hari kedua
Ikan biru dongker haha
Ikan biru dongker haha
Qory dan Mbak Nenna pas lagi muter pulau Gosong
Qory dan Mbak Nenna pas lagi muter pulau Gosong
menu makan siang yang nunggunya sampai gak laper
menu makan siang yang nunggunya sampai gak laper

Selesai makan kita menuju spot selanjutnya yaitu snorkeling di spot nemo. Sesuai namanya, nemonya buanyak… Paling favorit di spot ini deh daripada 2 spot sebelumnya. Jenis karang juga lebih banyak. Ikan ya kurang lebih sama juga sih. Tapi nemonya yang banyak. Haha… Bisa di cek video lengkap perjalanan hari kedua klik disini

Nemo yang gak belang
Nemo yang gak belang
Puas snorkeling disini kita lanjut ke spot terakhir yaitu di Penangkaran Hiu. Dengan hanya 2 kolam, maka Penangkaran Hiu padat manusia. Apalagi ada rombongan ibu-ibu dharma wanita, bapak-bapak yang usil dan njerit-njerit luar biasa kencengnya, duh, engap. Dengan mengumpulkan keberanian, saya dan geng pun juga nyebur, gimana gitu rasanya. Sensasinya luar biasa karena hiunya rata-rata sebesar anak usia 10an tahun. Hhaa… Di spot ini kalau mau turun ke kolam jangan dalam kondisi kaki berdarah-darah ya, karena hiu sensitif dengan darah. Juga posisi tangan gak boleh di taroh air karena nanti dianggap umpan. Selesai dari Penangkaran Hiu kita balik homestay, menikmati sunset di pelabuhan, tapi, mendungnya lebih parah dari kemarin, haha… Ya sudahlah ya, dinikmati saja. Dan malam terakhir kita hanya keluar sebentar ke alun-alun yang lebih sepi dari kemarin.
Mbak Yayak dan Mbak Hana
Mbak Yayak dan Mbak Hana
Power rangers
Power rangers
Paginya niat mau nyari sunrise ternyata masih mendung, gagal. Hari terakhir sebelum pulang, kita isi dengan mengunjungi Bukit Love. Untuk lokasinya tidak terlalu jauh dari homestay. Dan masih rame banget disini, foto aja antri lho ya. Haha… Untuk viewnya emang keren. Lautan terbentang luas dengan semak-semak hijau dan beberapa pohon kelapa, dan gak panas karena agak mendung. Pulang dari Bukit Love kita bersiap untuk pulang. Berasa kilat banget liburannya, haha…
Jambul superman wkwk
Jambul superman wkwk
View dari puncak Bukit Love
View dari puncak Bukit Love
Bukit Love
Bukit Love
Terima kasih Karimunjawa, terima kasih Qory, Mbak Nenna, Mbak Yayak, Mbak  Hana.
Makasih buat kalian yang bersedia tidur berempat sekamar, sedangkan saya sendirian 😦
Saran kalau mau ke Karimunjawa jangan pas longweekend dan kesini pas bulan Maret April Mei saja, perarian dan cuacanya lagi bagus, tapi who knows, alam selalu tidak bisa ditebak.
Iklan

6 thoughts on “Karimunjawa Era 2016an

  1. Klo video nongolnya lbh dulu drpd ngeblog-nya suka gini ya, berasa dicepet2in biar cpt kelar nulisnya haha Pdhl trip 3H2M lho ini, klo cm ngeblog biasanya per-hari dibikin 1 postingan hehe Maret – April – Mei bagus ya? Hmmm hingga Maret, curah hujan masih tinggi 😦 Repotnya lg gak byk tmn yg mau diajak ksana haha.. Btw daftar di travel agent ada minimal orang gak sih?

  2. Tulisan ini udah di draft dari pulang dr karjaw, tp belom ke upload, wkwk… Malah semangat nyelesaiin vlognya dluan… Gak pandai saya bkin tulisan panjang2 ris, hehe… Kalo ikut open trip ke karjaw biasanya gak ada minimal org, cuman kalo kmu brgkt sendiri biasanya nnti digabung sama rombongan lain. Nah, kalo pngen sendiri ditemeni orang travel agent mnrtku jangan, bakal mahal kenanya.

  3. Tulisan iki paling akeh promo video hahaha. Btw bener sih Karimunjawa sudah terlalu rame wisatawan, banyak terumbu karang rusak, ikan unyu juga berkurang. Ntah kapan mulai ada kesadaran mengurangi kenaikan wisatawan yang nggak ada habisnya itu. Ehmm apa dibikin isyu flu ikan biar pada nggak berani nyilem? Hahaha

  4. Haha, soale video jadi duluan, jadi sekaliam di promokan pisan :D. Udah kayak pasar pokoknya, dan pihak agen travelnya yg kurang sadar jg, hny mengutamakan uang itu lho, bikin sedih. Flu ikan? Baru denger, wkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s