Ho Chi Minh City, Pindah Tempat Ngopi :D

Sudah lama rasanya kaki ini tidak berjalan jauh dari biasanya. Kemana kaki ini akan membawa saya berjalan jauh lagi? Dengan siapa? Kapan? Hehe… akhirnya April lalu saya dan sahabat dari jaman TK, Hepi, pun bisa kesampaian jalan kaki jauh bareng ke Ho Chi Minh City, Vietnam. Ya, walaupun tulisan ini latepost tapi sebenarnya rencana jalan-jalan ini lebih latepost lagi, yaitu terjadi di tahun pertengahan tahun 2015.

Hari Sabtu pagi di bulan April saya dan Hepi pun bertemu di Bandara KLIA 2, Malaysia. Hepi berangkat dari Padang, saya sendiri berangkat dari Jakarta. Setelah kita bertemu, kita muter-muter sebentar di bandara yang besar ini sambil menghabiskan waktu untuk menunggu jadwal terbang selanjutnya. Bandara yang bersih, besar, dan rapih, tapi antrean imigrasinya luar biasa sangat panjang. Dan kita pun naik pesawat AA promo yang terbeli tahun lalu itu.

Alhamdulillah beberapa jam kemudian kita sudah di Bandara Internasional Tan Son Nhat. Langsung saja ini rasanya campur aduk, tapi paling jelas adalah excited karena pengalaman baru dan sudah lama saya tidak mengasingkan diri sebentar di negeri orang lain dengan bahasa yang saya sama sekali tidak paham. Keluar dari bandara kita langsung membeli simcard lokal (lupa namanya, yang jelas di sini nanti banyak pilihan yang bisa kita beli sesuai kebutuhan). Urusan aktivasi simcard selesai, kita langsung naik bus nomor 152 dengan tujuan akhir Benh Thanh Market dengan harga yang terjangkau.

Duduk di dekat jendela lalu menikmati suasana jalan raya Ho Chi Minh atau orang disini lebih sering menyebutnya dengan Saigon. Dan seperti blog-blog yang sudah saya baca sebelumnya, memang kondisi jalan di sini sangat ruuuaaamee, kalau Jakarta macet karena banyak mobil dan motor. Disini macet karena buuaanyak motor, lebih banyak daripada di Jakarta, haha… Dan uniknya, disini semua orang mayoritas memakai helm cebok (kalau orang Jawa bilang) atau di Indonesia seperti helm non-SNI, yang hanya separo tidak sampai menutup daun telinga. Kenapa unik karena saya beberapa kali lihat orang yang memakai syal/ selendang/ jaket dibuat menutupi leher dan telinganya lalu setelah dipakaikan jaket kemudian dibungkus helm cebok, dan nggak ketinggalan kacamata hitam 😀

Sesampainya di terminal Benh Thanh Market, kami pun bergegas menuju hotel kapsul pilihan Hepi, yaitu Kaiteki Hotel. Lokasinya berada di Pham Ngu Lao, District 1. Dengan harga yang seratus ribuan, bisa dibilang hotel kapsul ini sudah sangat pas untuk kita jadikan sebagai tempat tidur di malam pertama di Ho Chi Minh, karena memang lokasinya yang strategis, bertempat di sekitar keramaian kota. Pilihan yang pas Hep!

Penampakan hotel kapsul, pas lah ya
Penampakan hotel kapsul, pas lah ya | credit: Hepi

Agenda sore sampai malam hari itu memang hanya kita fokuskan pada kuliner dan mengunjungi spot-spot yang masih normal dikunjungi dengan jalan kaki. Dimulai dari makan malam dengan Pho enak di Pho 2000 yang letaknya berseberangan dengan Benh Thanh Market, lalu dilanjutkan ngopi ganteng di Trung Nguyen Coffee dan dilanjutkan muter-muter sekitaran Ho Chi Minh City. Suasana malam disini tidak beda jauh dengan Jakarta. Ramai, panas, dan kondisi jalan yang kondusif dibuat berjalan kaki. Malam hari itu kita akhiri dengan makan malam di McD karena sudah banyak tempat makan yang tutup, lalu balik ke hotel dan menikmati rasanya tidur di dalam kapsul.

pusing gak lihat yang beginian? haha... foto ini jadi background makan malam di pho 2000
pusing gak lihat yang beginian? haha… foto ini jadi background makan malam di pho 2000
my yummy pho, btw daun yang hijau seperti daun bayam itu untuk ukuran orang Jawa sangat aneh rasanya :p, tapi pho nya emang lezat
my yummy pho, btw daun yang hijau seperti daun bayam itu untuk ukuran orang Jawa sangat aneh rasanya :p, tapi pho nya emang lezat
Benh Thanh Market
Benh Thanh Market
Di sekitaran The People Commite Hall of Saigon
Di sekitaran The People Commite Hall of Saigon
The People Commite Hall of Saigon
The People Commite Hall of Saigon
gelasnya kecil imut, harganya sesuatu, ini kopi campuran berbagai jenis kopi rasanya pahit aja :D
gelasnya kecil imut, harganya sesuatu, ini kopi campuran berbagai jenis kopi, rasanya pahit aja 😀

Paginya sekali kita bersiap-siap check out lalu pindah ke hostel selanjutnya, yaitu Saigon Backpacker Hostel. Hostel kali ini pilihan saya, lebih murah dibanding tempat pertama, tetapi ya sesuai lah dengan harganya yang tidak sampai seratus ribu. Kamar dorm isi 3 bed tingkat, campur cowok dan cewek, 1 kamar mandi, dan AC. Pagi itu kita hanya menitipkan tas karena waktu check in masih siang hari nanti sedangkan kita harus bergegas melanjutkan perjalanan hari ini, yaitu akan mengikuti semacam open trip oleh The Sinh Tourist dengan tujuan Mekong Delta one day trip dengan harga yang masih tergolong murah. Sambil menunggu keberangkatan trip, saya dan Hepi muter-muter sekitar lagi, kali ini kita sampai di gang-gang kecil dan juga sempat mengunjungi salah satu taman kota yang menurut saya bersih dan cocok buat bersantai dengan keluarga, ditambah juga disini disediakan fasilitas olahraga.

salah satu taman di tengah kota yang ramai
salah satu taman di tengah kota yang ramai

Selesai muter-muter kita kembali lagi ke Sinh Tourist untuk menunggu bus datang. Ternyata busnya nggak datang di depan The Sinh Tourist nya, tetapi kita jalan kaki sekitar 1 kiloan menuju semacam terminalnya. Satu persatu kita naik bus. Not bad, busnya bersih dan masih bisa banget buat tidur. Terbukti Hepi dan orang sebelah saya sampai ngorok. Atau saya juga ngorok 😀

Beberapa jam kemudian kita sudah sampai di My Tho (Mekong Delta). Kita naik kapal yang sudah disediakan untuk tour, kapal ini bisa muat sampai 40an orang. Lalu di atas kapal di sungai Mekong kita dijelaskan mengenai sejarah sungai ini sampai guide nya capek ngomong, karena suara sound-nya kalah sama suara mesin kapal dan gemericik air. Sampai ditengah-tengah kita diturunkan di Unicorn Island. Disini saya benar-benar seperti lagi maen di halaman belakang rumah (kata Hepi), di tempat ini banyak tumbuhan tropis yang sama dengan Indonesia, ya iyalah ya, ada pohon pisang, mangga, duren, dan banyak lagi dan kebanyakan turis eropa amerika pun terheran, woooaa wew wow, saya hanya cekikian sendiri :D. Tapi makan siang di pulau rasanya enak nian, hidangannya seperti sushi gurami, sayur-sayuran dan ada satu menu lagi tapi tidak saya ambil karena ragu apakah daging sapi/ lainnya, hehe…

salah satu perahu yang berpapasan di kali Mekong
salah satu perahu yang berpapasan di kali Mekong
kapal kita
kapal kita
seperti main di kebun belakang rumah :D
seperti main di kebun belakang rumah 😀

Puas di pulau ini kita dibawa lagi ke tempat selanjutnya yaitu menyusuri kali Mekong yang lebih kecil lagi, tapi dengan berpindah kapal terlebih dahulu dengan kapasitas 5 orang termasuk nahkodanya. Dan you know semua nahkoda adalah ibu-ibu. Luar biasaa… Kita diturunkan lagi ke suatu tempat dan sama seperti tadi, kita diperlihatkan produk-produk yang di Indonesia sendiri banyak dijual. Lalu ada atraksi yang menarik perhatian turis kemarin yaitu si guide mengupas kulit kelapa, ckckck… Ada juga semacam delman yang kita naiki. Intinya, open trip kemarin adalah seperti susur sungai belakang rumah tetapi disini diatur sedemikian rupa sehingga menjadi menarik. Pokoknya worth it untuk dicoba. Semoga Indonesia juga bisa mencontoh seperti ini ya 🙂

3 gadis korea yang seperahu sama kita, sayang pemalu (re: saya) haha
3 gadis korea yang seperahu sama kita, sayang pemalu (re: saya) haha
wefie sama ibuknya
wefie sama ibuknya | credit: Hepi
Gerak dikit pasti jatuh :D, anyway ibuknya kuat lho mendayung kapal isi 5 orang (tapi ada mesinnya juga sih haha)
Gerak dikit pasti jatuh :D, anyway ibuknya kuat lho mendayung kapal isi 5 orang (tapi ada mesinnya juga sih haha)
Rasanya seperti naik delman aja cuman ini disopiri bu kusir
Rasanya seperti naik delman aja cuman ini disopiri bu kusir

Open trip kali itu berakhir pada sore hari. Setelah turun dari bus, kita langsung balik hostel untuk check in dan mandi.  Lalu bersiap menunggu jemputan. Jemputan? Yes, sebelum berangkat ke Vietnam, Hepi mengontak Saigon Walking Tour (SWT) untuk menemani kita muter-muter kota sesuai versi orang sana asli. Ryan dan Bieu adalah teman perjalanan kita dari SWT. Dengan 2 motor matic, kita akan dibawa muter-muter Saigon pada malam hari. It will be awesome bro! sangat excited! Dibonceng orang sana asli, ahaha. Lho ko motor? katanya walking tour. Iya jadi karena tujuan yang kita pilih jauh-jauh dan kalau ditempuh jalan kaki pasti waktunya nggak keburu, jadilah motor sebagai tunggangan kita. Dan finally, saya bisa merasakan memakai helm cebok lagi setelah sekian tahun nggak memakai (dulu jaman masih SD SMP saya pernah memakai helm ini, tapi setelah itu di Indonesia wajib pake helm SNI, jadi punah sudah), hahah…

Hahaha, bahagia bisa pakai helm cebok
Hahaha, bahagia bisa pakai helm cebok | credit: Hepi

Saya dengan Ryan, Hepi dengan Biu. Tujuan pertama yaitu makan di kawasan halal food, saya sih hanya memesan mie goreng. Selesai makan lanjut ke Notre Dame Cathedral, Central Pos Office, baguss dan malam itu sangat ramai. Ya seperti di Indonesia suasananya, cuma bahasanya aja yang asing di telinga.

Notre Dame Cathedral di malam hari :*
Notre Dame Cathedral di malam hari :*
Central Pos Office
Central Pos Office

Lanjut lagi ke destinasi yang sudah jadi list wajib kami yaitu Thu Thiem Tunnel, semacam sungai Brantas kalau di Kediri Jawa Timur. Dan disini banyak sekali cabe-cabean, sepasang muda mudi berpadu kasih, haha… untung gak baper. Tempat  ini bagus memang untuk menghabiskan waktu malam hari karena kita akan melihat pantulan-pantulan lampu gedung pencakar langit di sungai yang besar. Mirip-mirip di Macau sana 🙂

Orang lokal yang sedang menikmati udara malam di Thu Thiem Tunnel
Orang lokal yang sedang menikmati udara malam di Thu Thiem Tunnel
Thu Thiem Tunnel yang indah
Thu Thiem Tunnel yang indah

Puas disini kita melanjutkan tujuan terakhir, yaitu dimana lagi kalo bukan ngopi. Eh pas saya kesana kemarin itu lagi anget-angetnya kasus kopi Vietnam di Indonesia lho… Hahaha… dan memang Vietnam banyak banget warung kopi. Saya dan Hepi diajak mereka ke salah satu tempat nongkrong kopi lokal gaul yaitu Phuc Long Coffee and Tea Express. Tidak ada menu kopi Vietnam, ya iya sih, kan lagi di Vietnam jadi pasti kopinya sudah kopi Vietnam, haha… Rasanya mirip-mirip sama yang ada di Indonesia cuman yang bikin enak kan temannya. Kita berempat pun membahas banyak hal mulai dari cerita perjalanan, destinasi menarik di Vietnam sampai ngomongin drama korea, lho 😀

Tempat nongkrong sambil ngopi di Phuc Long
Tempat ngopi di Phuc Long
Ngopi malam (ki-ka: Hepi Bieu Ryan)
Ngopi malam (ki-ka: Hepi Bieu Ryan) | credit: Hepi

Karena sudah larut malam, dan sudah capek kita memutuskan mengakhiri perjalan hari itu. Saya dan Hepi diantar balik ke hostel dan berpisah dengan mereka. Di hostel mandi langsung tidur. Dan dingiinn sekali AC nya, karena saya tidur di bed atas dan AC nya di sebelah persis, brrrrr….

Bangun pagi lagi, lalu kita sarapan dari hostel, lumayan enak sih hostel ini, dengan harga yang kurang dari seratus ribu, tapi dapat sarapan enak, saya memesan roti perancis + telur ceplok, Hepi memesan scrambled egg. Selesai sarapan kita mengunjungi sisa list tempat yang harus dikunjungi, karena siang hari itu kita sudah harus pulang. Kita mengunjungi War Remnants Museum, lalu ke Central Pos Office dan lanjut ke Notre Dame Cathedral tapi dengan suasana siang hari. Nice view tapi panas…

di War Remnants Museum ini banyak sekali foto yang menggambarkan betapa mengerikannya penjajahan di vietnam :(
di War Remnants Museum ini banyak sekali foto yang menggambarkan betapa mengerikannya penjajahan di vietnam 😦
Salah satu sudut ruangan di War Remnants Museum
Salah satu sudut ruangan di War Remnants Museum
Reunification Palace, karena waktunya mepet kita tidak masuk
Reunification Palace, karena waktunya mepet kita tidak masuk
salah satu view taman lainnya, sejuk dan bersih
salah satu view taman lainnya, sejuk dan bersih
Notre Dame Cathedral tampak dari belakang
Notre Dame Cathedral tampak dari belakang
Notre Dame Cathedral siang hari
Notre Dame Cathedral siang hari
Notre Dame Cathedral dari sisi samping
Notre Dame Cathedral dari sisi samping
Interior dalam Central Pos Office
Interior dalam Central Pos Office

Nah selesai muter-muter kita sempatkan ke Benh Thanh Market untuk membeli oleh-oleh. Disini lengkap semua ada. Cuman harus hati-hati ya karena ada adegan tidak menyenangkan disini, kita dikeroyok mbak-mbak untuk membeli barangnya, untung saya gak sendirian, jadi kita bergulat dengan mbak-mbaknya (becanda), kita beli tapi nggak banyak lalu pergi.

Benh Thanh Market, pinter-pinter nawar ya kalau belanja disini
Benh Thanh Market, pinter-pinter nawar ya kalau belanja disini

Dan kita menuju bandara lagi dengan menaiki taksi, karena kalau naik bus kuatir tidak keburu waktunya, ntah kenapa cepat sekali perjalanan di Ho Chi Minh City, tapi berkesan… Oh ya, dari Vietnam kita transit di Malaysia lagi tapi dengan waktu yang lebih lama, jadinya kita sempatkan keliling Malaysia, tapi bukan ke Petronas dan sekitarnya. Karena saya dan Hepi sama-sama belum ke Putarajaya, akhirnya kita habiskan waktu tunggu boarding pesawat disana. Cerita explore Putrajaya next episode ya, hehe…

Yang saya suka di Ho Chi Minh:

  • Banyak taman kota yang bersih dan luas
  • Nilai uangnya lebih murah daripada di Indonesia sehingga berasa lebih kaya kalau lagi disana, padahal kalau dihitung juga sama aja, haha
  • Paketan wisatanya kalau open trip benar-benar diatur sedemikian rupa, untuk trip Mekong delta kemarin aja dengan harga yang terjangkau menurut saya sudah worth it banget.

Yang kurang suka di Ho Chi Minh:

  • Susah sekali nyebrang di kota karena jumlah motor yang sangat buanyak.
  • Pengalaman buruk di Benh Thanh Market, beberapa penjual memaksa kami membeli barang dagangannya dengan cara mengeroyok kita ramai-ramai, apalagi mbak-mbak semua ya kan (by the way yang maksa bukan orang sana asli, tapi sepertinya pendatang dari negeri tetangganya)

 

Terimakasih saya sampaikan untuk sahabat seperjuangan, Hepi, yang menjadi teman perjalanan. Pokoknya kita woles aja kemarin ya, nggak terlalu ngoyo, yang penting dinikmati tiap perjalanannya. Juga terima kasih kepada Saigon Walking Tour (Ryan dan Bieu) sebagai teman perjalanan disana. Dan kedua orang tua beserta keluarga kita :D, See you next trip!

Thanks buddy
Thanks buddy

8 thoughts on “Ho Chi Minh City, Pindah Tempat Ngopi :D

  1. Dowooo tulisanmu kali ini, tapi mengalir. Jadi ngerti obyek menarik di Vietnam. Aku naksir hotel kapsule trus naik gethek di sungai. Ahh Vietnam ini negara yang entah knapa masih gagal kukunjungi mlulu hahaha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s