Jangan Menunda ke Pulau Tunda!

Pulau Tunda, adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah Utara Kota Serang, Banten. Pulau ini tidak begitu besar, namun penduduknya lumayan banyak. Siapa sangka pulau ini menyimpan keindahan bawah laut yang menawan, saya pun tidak menyangkanya kalo ternyata dekat Jakarta ini masih ada yang kayak begini, mari kita lihat ada apa saja di pulau kecil ini.

Trip ke Pulau Tunda sebenarnya juga tidak direncanakan, malah awalnya saya mengajak Uni ke Pulau Sangiang, tapi dia nya malah nawari trip ke Pulau Tunda dengan sharecost bersama para sahabat BPI Jakarta. Iya-in aja, secara sharecost pasti lebih murah daripada opentrip (maklum mahasiswa :p).

Sabtu, sekitar pukul 7 malam saya dan teman-teman dari Bintaro berangkat menuju Slipi Jaya (meepo sama Uni, Citra, Disti dan Mbak Sarah). Setibanya disana kita menunggu bus yang nantinya akan mengantarkan kita menuju meepo dengan peserta trip yang lainnya. Langsung saja naik bus jurusan Merak (lupa nama busnya, yang jelas pengalaman naik bus ini unforgettable, musiknya diputer kenceng sekenceng-kencengnya sama pak kernet (kalau siang hari sih ok ya, tapi ini diatas jam 10 malem lho?), bahkan ada juga yang terbangun mendadak gara-gara suaranya mbak Rita Sugiarto (kayaknya pak sopir demen banget, 1 album pun diputer bolak-balik) hahaha…

Sekitar jam 11 malam kita sudah tiba di meepo yaitu di Indomaret depannya MOS (Mall of Serang). Untuk keberangkatannya sendiri sekitar jam 2 pagi, makanya waktu itu masih sepi. Jadilah kita duduk-duduk manis sambil ngobrol ngalor ngidul nggak jelas, hehe… Hingga akhirnya semua peserta sudah terkumpul, lalu kita di absen sebentar dan berangkat. Angkot-angkot sewannya sudah siap mengantarkan kita menuju Pelabuhan Karangantu.
Setibanya pelabuhan kita langsung istirahat lagi menunggu subuh. Nah kemarin juga lah pengalaman pertama bermalam di kapal nelayan, beralaskan kayu kapal dan beratapkan langit dengan bintang-bintangnya, tapi nyamuknya ya Tuhan, banyak! Setelah subuh kita langsung berangkat menuju Pulau Tunda. Oh ya, katanya Pelabuhan Karangantu ini dulunya pelabuhan yang sangat maju dijamannya. Tapi yang saya lihat kemarin pelabuhannya banyak sampah (sangat disayangkan), tapi memang pelabuhannya lumayan besar. Terlepas dari sampah tadi, karena berangkatnya habis subuh, sudah bisa dibayangkan kalau suasana laut sangat nyaman. Karena kapalnya juga gede dan bersih, saya pun bisa tidur lagi disini, haha.. Ah view sunrise, ombak yang tenang, dihiasi dengan langit cerah dan burung-burung yang berterbangan dan sinar matahari yang belum begitu terik membuat perjalanan 2 jam ini sangat indah. Tapi, indahnya menurut saya cuma 1 jam pertama, 1 jam berikutnya saya menahan pipis bung, sangat tersiksa x.x

Pelabuhan Karangantu
Pelabuhan Karangantu
Wefie pagi-pagi | Cediit to Adam
Wefie pagi-pagi | Cedit to Adam

Setibanya di pulau, saya langsung lari mencari toilet, Alhamdulillah ketemu.. rasanya plong seplong-plongnya, hahaha… Disni kita terlebih dahulu sarapan, saya memesan mie goreng + telor. Karena menunya memang hanya itu. Selesai sarapan dan siap-siap, kita langsung diajak menuju tujuan pertama yaitu Dermaga Galau. Lucu namanya, semoga kita yang dari sana tidak dibuat galau, haha.. Eh, di tengah perjalanan ternyata kita nyasar, maklum tadi berangkatnya juga terpisah. Jadilah, kita jalan 2x kerja, lumayan lah pagi-pagi berkeringat. Saya juga kurang paham kenapa dinamakan dermaga galau, mungkin karena banyak orang galau yang datang kesini melepas galau kali ya, haha.. Menurut saya sendiri, kondisi pantainya bersih, airnya bener-bener bening, dermaganya juga bagus, kalau pasirnya lembut pasti lebih indah lagi (disini pasirnya bercampur dengan karang-karang yang mati), dan memang tempat ini cocok buat menghilangkan galau di dada :p

Dermaga Galau
Dermaga Galau
Dermaga Galau lagi
Dermaga Galau lagi
View di Dermaga Galau
View di Dermaga Galau
Bening bukan?
Bening bukan?
oOba bayangkan kasau karangnyu hidup semua
Coba bayangkan kalau karangnya hidup semua
Wefie di Dermaga Galau
Wefie di Dermaga Galau

Puas bermain di dermaga galau, kita balik lagi menuju tempat penitipan barang tadi. Membawa persiapan tempur dan berangkat menuju spot yang pertama, hmm, visibiliti di spot pertama ini sedang tidak bagus, saya kurang tau apa karena ombak yang lagi besar atau yang lainnya. Tapi disini saya nemu nemo dan spesies ikan yang lainnya. Untuk karang-karangnya sebenarnya banyak cuman saya yang kurang jelas melihat satu-satu.

Walaupun keruh masih nemu yang sedep :D
Walaupun keruh masih nemu yang sedep😀
Pasutri nemo
Pasutri nemo
Sedang Tidak Mau Diganggu
Sedang Tidak Mau Diganggu
Ntah saya suka sekali dengan warna dan bentuk karang ini
Ntah saya suka sekali dengan warna dan bentuk karang ini
Lupa namanya apa (?)
Lupa namanya apa (?)

Puas di spot pertama kita menuju spot berikutnya yaitu spot kedua, ternyata spot ini berada di dermaga galau tadi. Disini sekitar pukul 11 pagi. Dan you know, karena matahari sedang berbinar-binarnya ditambah langit yang cerah, terus kondisi air laut yang bersih dan bening membuat visibilitinya pun bagus. Ahh, mantap banget disini! (kalau panas jelas ya, makanya harus bawa sunblock biar kulitnya nggak kebakar). Sayang jumlah ikannya nggak banyak, mungkin masih pada bersembunyi, hehe.. Karangnya pun juga hampir sama cuman karena kondisi air laut yang bening jadi keliatan lebih bagus lagi. Disni juga terdapat nemo dan lebih banyak dari spot pertama tadi, ahh, nemo lagi nemo lagi :*

Nemo lagi :)
Nemo lagi🙂
Nemonya corak hitam bukan putih :*
Nemonya corak hitam bukan putih :*
Ini favorit :D
Ini favorit😀
Ikan yang berseliweran di spot kedua
Ikan yang berseliweran di spot kedua

Puas bermain dengan underwaternya, kita langsung balik lagi menuju tempat penitipan barang untuk bilas dan ishoma. Selesai ishoma kita langsung meninggalkan Pulau Tunda dan menuju destinasi terakhir ODOT hari ini yaitu ke Pulau Tiga. Pulau ini letaknya lebih dekat dengan kota Serang dan luasnya lebih kecil lagi. Disini banyak terdapat gazebo-gazebo dari bambu dan dermaga-dermaga kecil dengan jembatan-jembatan kayunya yang panjang. Menurut saya pulau ini cocok untuk menikmati sunset dan sunrise, juga untuk menikmati semilir angin laut dan deburan ombak yang tenang.

Kalau tadi dermaga galau, disini ada jembatan asmara :D
Kalau tadi dermaga galau, disini ada jembatan asmara😀
Wefie mulu nih | Credit to Wahyu
Wefie mulu nih | Credit to Wahyu

Ahh, kurang puas rasanya, tapi memang kemarin trip sehari yang menyenangkan dan nggak bikin capek. Sesampainya di pelabuhan kita sudah ditunggu lagi oleh angkot-angkot sewaan untuk diantarkan ke MOS dan naik bus menuju rumah masing-masing. Dan berakhir sudah one day one trip kemarin. Terima kasih untuk BPI Jakarta yang bersedia kita intili ke Pulau Tunda, terima kasih Uni, Citra, Disti, Tomi, Wahyu, Riyan, dan semua teman-teman ber 40 kemarin, haha..

Bersama BPI Jakarta
Bersama BPI Jakarta

Pengeluaran:
Sharecost = Rp150.000
Tiket Bus rata-rata = Rp25.000
Sewa alat snorkel = Rp40.000

13 thoughts on “Jangan Menunda ke Pulau Tunda!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s