Mendadak di Krakatau

Benar-benar obrolan dadakan pagi dengan Wahyu, akhirnya kita langsung memutuskan untuk ikut sebuah open trip. Radak gila memang, baru juga pagi diomongin, sorenya sudah langsung berangkat. Untung saja masih ada open trip yang mau menampung kita. Terpilihlah destinasi yang dari dulu sudah saya idam-idamkan karena  selain tempatnya yang unik juga karena cerita dan fotonya si Imas.

Memang sih itu bulan Desember, banyak yang bilang kalau bulan penghujan ini adalah waktu yang kurang tepat untuk bersantai di pantai. Tetapi karena ada hari libur lumayan panjang dan juga sudah kangen bercumbu dengan air asin maka saya mencoba keberuntungan waktu itu. Kalau cerah ya Alhamdulillah, kalau badai/ mendung ya Alhamdulillah, tandanya harus diulang lagi, hehe…

Berangkat dari Bintaro kita langsung pesan Gojek menuju Terminal Kalideres (selain gojek, kalau ingin lebih murah bisa naik krl dengan stasiun akhir stasiun Poris lalu naik angkot menuju terminal/ kalau tidak mau repot ya tinggal pilih taxi). Sampai Terminal Kalideres kita langsung mencari bus jurusan Pelabuhan Merak. Tri, teman saya, menyarankan untuk naik bus Arimbi. Oleh karena itu kita langsung naik dan tidur (perjalanan Kalideres-Merak bisa sampai 5 jam tergantung arus lalu lintas).

Sampai di Merak, terlebih dahulu kita mengisi perut dengan seporsi nasi padang terminal. Lalu dilanjutkan solat di masjid di area pelabuhan. Oh ya, Terminal Merak dan Pelabuhan Merak letaknya bersebelahan. Selesai itu kita menunggu mas Iwan (yang nantinya akan jadi tour guide kita selama disana) sampai pukul 02.00 pagi kita baru berangkat. Fery yang saya tumpangi sempat dihebohkan oleh mbak-mbak yang kehilangan handphone berharganya, handphone yang ada kontak-kontak klien-nya, handphone penting, intinya handphone mbaknya yang membuat seruangan lesehan bangun, padahal lagi asyik-asyiknya mimpi lho, haha… (buat pelajaran kita semua kalau menaruh barang jangan sembarangan, barang pribadi kita harus selalu diawasi, ingat kejahatan muncul jika ada peluang, jadi waspadalah waspadalah!!!)

Back to the story

Lampung kami datang. Setelah tiba di pelabuhan Bakauheni. Kita serombongan langsung dibawa ke Pelabuhan Canti. Jadi 1 rombongan open trip kemarin ada 20 orang dan dari berbagai suku, ada suku Jawa, suku Sunda, suku Tionghoa-Indonesia, dan suku lainnya😀. Suasana pelabuhan Canti pagi itu sangat sepi, hanya terlihat rombongan kita saja yang akan menyeberang pulau. Hal ini berarti Krakatau bakalan sepi , riang gembira suka cita lah perasaan saya pagi itu, hahaha…

Kurang lebih 3 jam kita sampai di Pulau Sebesi. Pulau ini akan menjadi basecamp kita selama open trip.

Pulau Sebesi
Pulau Sebesi
Map-nya trip Krakatau
Map-nya trip Krakatau

Setelah menaruh barang dan persiapan, kita langsung menuju spot pertama yaitu Gunung Anak Krakatau. Gunung ini unik karena dia muncul akibat letusan dahsyat Gunung Krakatau. Letusan itu memunculkan anak gunung yang berasal dari bawah laut. Dan Gunung Anak Krakatau ini diapit oleh 3 pulau kecil yang juga merupakan pecahan dari Gunung Krakatau. Setelah kapal kecil yang kita tumpangi bersandar, kita langsung trekking ke atas (tetapi tidak sampai puncak karena gunungnya masih aktif dan kawahnya yang selalu mengeluarkan asap). Untuk kondisi jalan trekkingnya sendiri tidak terlalu sulit. Dan juga tidak dibutuhkan waktu yang lama untuk sampai atas, hanya sekitar 20 menit kita sudah bisa sampai atas menikmati suguhan dari Tuhan yang sangat luar biasa ini.

Pasir hitam di krakatau
Pasir hitam di krakatau
view nya mantap
view nya mantap
ini tanahnya ada yang warna merah maroon
ini tanahnya ada yang warna merah maroon
backgroundnya puncak krakatau
backgroundnya puncak krakatau
salah satu view indah lagi
salah satu view indah lagi

Puas menikmati Krakatau kita langsung turun kembali dan makan siang yang sudah disediakan sama mas Iwan cs. Setelah makan siang lanjut ke spot basah-basahan yaitu menuju Lagoon Cabe. Ntah kenapa dinamakan Lagoon Cabe, saya tanya ke salah satu warganya pun jawabannya malah membuat saya semakin bingung, haha… Mungkin dinamakan Lagoon Cabe karena ikan disini kecil-kecil kayak cabe dengan jumlah ribuan/ bisa juga karena ikan dan karangnya pedas kayak cabe (?). Yang jelas di spot ini saya senang karena menemukan ikan buntal yang menggoda manja saya, wkwk. Ada juga softcoral warna putih dan juga banyak sekali anemon, cuman saya sama sekali tidak menemukan nemo😦

Lagoon cabe
Lagoon cabe
Lagoon cabe keliatan butek gara-gara sedikit mendung
Lagoon cabe keliatan butek gara-gara sedikit mendung

Sore pun tiba, itu artinya kita harus segera kembali ke basecamp untuk mengisi tenaga dan juga baterai kamera😀. Baru kali ini juga saya tidurnya dicampur berduapuluh dalam 1 barak eh maksudnya rumah. Jadi 1 rumah isinya hanya 1 ruangan luas panjang kosong dan 2 kamar mandi. Isinya ya hanya ada kasur berjejer-jejer sebanyak 20 dan yang disayangkan colokannya hanya 1. Walaupun sudah ada yang bawa T listrik/ model-model lainnya, saya rasa masih kurang untuk kapasitas 20 orang. Tetapi memang harus bersyukur juga masih ada listrik dan bisa ngechas alat elektronik, hehe… Malam di pulau Sebesi ini sangat sepi, hanya ada suara deburan ombak dan bayangmu, eaaa… Malam itu kita isi hanya dengan ngobrol-ngobrol ringan saja antara si a b c d e dan lain-lainnya. Dan nongkrong sambil makan pisang goreng gosong tapi enak di warungnya ibu Lina. Lalu sleeping handsome di barak kita tadi.

Pagi-pagi seperti rutinitas kalau lagi di pulau kecil, yang dicari adalah sunrise-nya… Mendung sih, tapi tetep bagus ko, bayangmu juga semakin jelas terlihat :p

kalau ada kamu pasti lebih indah :p
kalau ada kamu pasti lebih indah :p
hampir muncul
hampir muncul

Setelah menimati sunrise kita kembali bersiap untuk melanjutkan trip hari ini. Dan spot pertama kita langsung snorkeling di Geligi, sebuah spot snorkeling diantara Pulau Sebuku Besar dan Pulau Sebuku Kecil. Karena hari itu langit sangat cerah, sudah dipastikan kondisi underwaternya pun keren. Dan benar, begitu nyemplung air saya langsung diajak berdansa oleh beberapa nemo, hehe… di sudut lainnya saya juga menemukan aneka jenis ikan dan karang. Perbandingan antara Lagoon Cabe dan Geligi ini menurut saya 11:12 lebih bagusan Geligi karena jumlah dan jenis ikannya yang lebih banyak, kalau karangnya sendiri hampir mirip.

background pulau Sebuku Besar
background pulau Sebuku Besar
Nih ikan tiba-tiba muncul dekat si nemo
Nih ikan tiba-tiba muncul dekat si nemo
nemo :* (sayang cuma pake hp motonya)
nemo :* (sayang cuma pake hp motonya)
View underwater
View underwater
Disini juga banyak ikan kecil-kecil
Disini juga banyak ikan kecil-kecil
Ikan yang juga mengajak untuk berdansa
Ikan yang juga mengajak untuk berdansa

Dan destinasi selanjutnya dan juga yang terakhir, kita diajak ke Pulau Umang-Umang. Sebuah pulau yang sangat kecil di sebelah Pulau Sebesi. Disini pantainya begitu indah dan bersih. Ombaknya tidak begitu kencang. Saya sangat suka dengan pantai yang seperti ini, warna air lautnya yang tosca dan pasir yang lembut dan putih. Pokoknya betah tetapi lebih betah lagi kalau ada kamu :p

Pulau Umang-Umang
Pulau Umang-Umang
melting sama yang ginian
melting sama yang ginian
sekilas mirip Belitung cuman ini batunya hitam
sekilas mirip Belitung cuman ini batunya hitam
pasir dan airnya benar-benar cemplungable
pasir dan airnya benar-benar cemplungable

Akhirnya, open trip Krakatau harus berakhir hari itu. Alhamdulillah, Desembernya memihak kita, tidak kena hujan/ pun badai. Yang ada hanya cerah. Tetapi memang tidak bisa dipungkiri, ombak paling ekstrim selama saya trip ya di sini. Kapal  dan ombaknya suka ngajak bercanda, beberapa teman saya juga pada suka ngasih makanan ikan di tengah laut (re: muntah), hahaha. Oh ya, selama trip kesana ya baru makan siang terakhir, saya makan dengan menu seafood, cuminya mantap dengan sambalnya yang hot ditambah degan yang segarrr.

Terima kasih kepada Imas, Tri, Wahyu, Disti, Kristin, dan teman-teman trip lainnya. Dan, ternyata trip yang sangat dadakan itu asik😀

with senyum :D
with senyum😀

Estimasi biaya:

Biaya Open Trip Rp 360.000 meepo Pelabuhan Bakauheni (include makan 4x, penginapan, kapal untuk hopping island, guide)

Tiket kapal pp Merak – Bakauheni Rp 29.000

Sewa alat snorkel lengkap Rp 40.000 per hari

Transport Terminal Kalideres – Pelabuhan Merak pp Rp 40.000

8 thoughts on “Mendadak di Krakatau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s