BALI Episode PeLeCe

Bali? Sudah tidak diragukan lagi, semua orang Indonesia pasti tahu tentang pulau yang satu ini. Pulau yang terkenal dengan kekentalan budaya dan hiburan yang lengkap menjadikan Bali sebagai destinasi wajib yang harus dikunjungi. Tapi kalau ditanya tentang 3 pulau kecil di tenggara pulau Bali? Hehe, selain biaya penyeberangan yang mahal pasti banyak yang belum tahu ada apa saja disana. Oke mari saya mulai kisah perjalanan yang menegangkan dan membuat hati berdebar-debar ini :p.

Hari Pertama (mata yang tidak bisa berkedip)

Begitulah gambaran hari pertama. Dimulai dari Kediri pukul 00.00 WIB saya berangkat menuju Surabaya karena penerbangan yang paling pagi. Di bandara saya bertemu dengan 4 teman-teman hebat yang nantinya akan mengeksplore bersama-sama keindahan 3 pulau kecil di tenggara pulau Bali itu. Setelah pesawat landing, kita langsung mencari taksi untuk mengantarkan ke Sanur. Setibanya disana kita membeli tiket penyeberangan ke pulau pertama yaitu Nusa Penida dengan menggunakan jasa Maruti Express yang berangkat pukul 10.00 WITA. Tapi sebelumnya kita sarapan terlebih dahulu di Sanur dengan menu yang ada seperti nasi goreng, soto, ketupat toge, nasi campur, mie dan teman-temannya. Saya memilih nasi goreng yang ala kadarnya, hehe, tp enak juga.

Perjalanan yang memakan waktu +/- 30 menit dari Sanur pun terasa begitu cepat karena kapal yang memang cepat dan melayang-layang di udara (?). Sesampainya di Nusa Penida, saya sudah kagum akan warna air lautnya yang sangat bening dan bersih. Setelah turun kita langsung mencari tempat persewaan motor (disini sudah banyak tempatnya, diam saja nanti sudah ada yang datang menawarkan rental motornya, pinter-pinter nawar ya). Dan kita langsung gas penuh menuju penginapan, kebetulan kita sudah booking jauh-jauh hari yaitu di Nusa Garden Bungalow. Dan ternyata pengelolanya adalah sepasang bule ramah dan 1 anaknya yang manis😀 (nggak ada yang bisa berbahasa Indonesia).

Bisa maen Rindik di hotel
Bisa maen Rindik di hotel | shoot by mas Ridlo
Kupat Gundik khas Nusa Penida (makan siang sebelum eksplore Nusa Penida :))
Kupat Gundis khas Nusa Penida (makan siang sebelum eksplore Nusa Penida :))

Setelah istirahat beberapa menit kita langsung menuju spot pertama yaitu di Karang Dawa. Di spot pertama saya sudah meleleh duluan, saking kagumnya dengan segala keindahan yang ada di depan mata saya, hehe…

View dari Bukit Karang Dawa
View dari Bukit Karang Dawa
Berani?
Berani?

Tempat berikutnya masih di sekitar Karang Dawa, sama Bli Selasa (guide lokal) kita diajak ke salah satu bukit lagi melihat hamparan laut luas dan tebing yang ciamik.

View indah lagi
View indah lagi
Bisa lihat Watu Bolong juga dari sini
Bisa lihat Watu Bolong juga dari sini

Spot selanjutnya yaitu menuju ke Secret Point yang lagi-lagi membuat mata ini tidak bisa berkedip. Indahnya luar biasa, ahh, keren pokoknya.

Secret point yang super keren
Secret point yang super keren
Secret point dari sisi lain | Shoot by mas Ridlo
Secret point dari sisi lain | Shoot by mas Ridlo
Berani?
Berani lagi?

Masih di sekitaran tebing selatan, kita menuju ke Broken beach atau sering biasa disebut Pasih Uwug. Lagi dan lagi saya kagum dengan ciptaan Tuhan🙂. Di sebelah Pasih Uwug ini ada namanya Angel’s Bilabong, bisa buat mandi tapi sayang karena sudah sore kita disini hanya mampir sebentar.

Ombak yang besar di Pasih Uwug
Ombak yang besar di Pasih Uwug
Pasih Uwug
Pasih Uwug
Angel's Bilabong
Angel’s Bilabong

Di perjalanan menuju spot berikutnya kita diajak Bli Selasa untuk mencicipi degan segar dari pohonnya, benar-benar jadi oase dan pembangkit raga yang sedang lelah. Makasih ya bapak-bapak yang memberi degan gratis😀.

Degan gratis :)
Degan gratis🙂

Dan tujuan terakhir hari ini yaitu menikmati senja di Pasih Andus. Sayang kita terlambat melihat terbenamnya matahari, walaupun demikian masih keren juga untuk di foto.

Kagum sama boomnya ombak disini
Kagum sama boomnya ombak disini

Sebelum kembali ke penginapan kita menyempatkan makan malam terlebih dahulu dengan menu seadanya untuk memulihkan tenaga yang terkuras habis di hari pertama (tidak tidur semalaman ditambah perjalanan yang mendebarkan hati, hehe).

Hari Kedua (dari Raja Ampat sampai Natural Pool)

Pagi-pagi saya beranjak keluar mencari pesisir pantai untuk menikmati sunrise pertama, kirain sudah telat eh ternyata masih dapat sunrise indah di sana, hehe… Untung saja lokasi penginapan yang hanya 5 menit naik motor sudah bisa sampai pesisir.

Sunrise-an pertama di Nusa Penida
Sunrise-an pertama di Nusa Penida

Sekitar pukul 09.00 WITA kita memulai perjalanan hari itu. Tujuan pertama yaitu Pantai Atuh, perjalanan yang memakan waktu sampai 1 jam lebih karena kondisi jalanannya yang super rusak, haha.. Tapi begitu sampai, Subhanallah, sangat worth it. Ini nih mini Raja Ampat :*

kiri dan kanan view nya sama-sama keren
kiri dan kanan view nya sama-sama keren
Pasih Atuh
Pasih Atuh
Karang bebek di Pasih Atuh
Karang bebek di Pasih Atuh
Pantai Pasih Atuh
Pantai Pasih Atuh
Eh nemu Manta dari atas, kata bli Selasa "jarang-jarang lho"
Eh nemu Manta dari atas, kata bli Selasa “jarang-jarang lho”
Itu Bli Selasa (kanan)
Itu Bli Selasa (kanan) mas Very (kiri)

Selanjutnya menuju spot kedua yaitu Pantai Suwehan. Sepertinya ujian yang sesungguhnya baru muncul disini, pasalnya lokasi pantai ini ternyata ada di bawah tebing yang tingginya ntah berapa puluh meter, disamping itu kondisi jalur trackingnya yang belum ada tangganya, jadi kita harus sangat berhati-hati karena sekali jatuh ya begitu deh. Dan ternyata setelah tracking 20 menitan yah kita tidak bisa menikmati pasir halusnya karena kondisi ombak yang sangat gede, cukup dinikmati dari atas🙂

Pantai Suwehan
Pantai Suwehan
Ombak yang dahsyat
Ombak yang dahsyat

Oh ya, diperjalanan menuju spot berikutnya mas very dan mas odik sempat mengalami kecalakaan kecil, mereka ngepot karena kondisi jalan yang banyak kerikilnya dan tepat di belokan, aduh, lecet-lecet deh kaki mereka (untuk pelajaran, dalam kondisi jalan berkerikil, belokan dan tanjakan/ turunan kita harus berhati-hati, sebisa mungkin kita tidak mengerem mendadak).

Bukit yang sayang untuk dilewatkan (perjalanan dari Suwehan ke Guyangan)
Bukit yang sayang untuk dilewatkan (perjalanan dari Suwehan ke Guyangan)

Next spot, tujuan kita bukan lagi pantai/ tebing tetapi adalah Sumber Mata Air Guyangan/ Peguyangan. Eh ternyata tempat ini tidak jauh beda dari yang sebelumnya bahkan lebih ngeri, haha.. Tracking kita bener-bener di samping tebing dengan ketinggan yang lebih tinggi daripada Suwehan tadi. Tapi walau begitu disini sudah enak jalurnya, cukup kita mengikuti anak tangga hingga sampailah di natural pool ini.

kaki langsung bergemetar hebat :D
kaki langsung bergemetar hebat😀
Berani?
Berani lagi lagi?
Hati-hati nak kalau lewat sini
Hati-hati nak kalau lewat sini
Natural pool Guyangan :)
Natural pool Guyangan🙂
Renang tipis-tipis
Renang tipis-tipis | shoot by mas Odiek
Mandi yok :D
Mandi yok😀 | shoot by mas Basri

Setelah lelah mendaki 2 tebing akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke penginapan karena kondisi tubuh yang memang sudah tampak kelelahan. Tapi sebelum  pulang kita sempatkan mengunjungi dataran paling tinggi di Nusa Penida terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan menikmati senja di pelabuhan dekat penginapan.

Sholat jangan lupa ya :)
Sholat jangan lupa ya dimanapun tempatnya🙂
Kincir Angin di perjalanan ke dataran paling tinggi di Nusa Penida
Kincir Angin di perjalanan ke dataran paling tinggi di Nusa Penida
Senja manis :)
Senja manis🙂

Setelah itu kita makan malam di QFC (lupa kepanjangannya mungkin Queen Fried Chicken), rasanya ya mirip-mirip sama KFC/ McD. Lalu kita kembali ke penginapan dan tidur cantik😄.

Hari Ketiga (syahdunya solat Jumat di satu-satunya masjid di pulau sampai kaki dijilat si guguk)

Keesokan paginya kita mengejar sunrise lagi di sekitar pelabuhan, awannya lebih dramatis daripada kemarin pagi. Bagus…

Sunrise yang lebih dramatis
Sunrise yang lebih dramatis
When i see the sun :*
When i see the sun :*

Setelah kembali ke penginapan kita bersiap-siap check-out dan menuju tempat tujuan terakhir di Nusa Penida yaitu Crystal Bay. Tidak susah menemukan tempat ini karena papan petunjuk sudah jelas dan jalannya pun tidak begitu rusak. Akses disini mudah karena banyaknya hotel-hotel mahal yang berjejer dengan view lautnya. Yang saya salut dari tempat-tempat indah disini adalah semuanya bersih banget dan tidak dipungut tiket masuk sama sekali, keren deh, parkir pun juga nggak bayar😀 (semoga kebersihan dan keindahannya selalu terjaga, amin). Di Crystal Bay ini banyak speedboat, jukung, kapal yang berseliweran karena disni juga merupakan salah satu spot snorkeling. Saya tidak mencobanya karena memang agenda snorkeling adalah hari terakhir nanti.

Airnya memang seperti crystal
Airnya memang seperti crystal
Kapal yang mengangkut orang snorkeling
Kapal yang mengangkut orang snorkeling
Crystal Bay
Crystal Bay

Puas menikmati keindahan pantai ini kita bergegas menuju masjid yang ada di Toyopakeh, kebetulan tempatnya dekat dengan pelabuhan yang nantinya akan jadi tempat kita menyeberang ke Nusa Lembongan. Masjid Al-Imran ini adalah masjid satu-satunya di Nusa Penida (di Nusa Ceningan dan Lembongan tidak ada masjid). Bangga dong bisa ibadah di tempat seperti ini, hehe… Ternyata jumlah jamaahnya pun juga lumayan ada sekitar 200-an orang lebih. Masjidnya pun gede dan adem walaupun berada di tepi pantai. Usai solat Jumat kita membeli makan siang dengan menu Lontong Soto.

Lorong menuju masjid
Lorong menuju masjid
Lontong soto
Lontong soto
Pelabuhan Toyopakeh | Shoot by mas Ridlo
Pelabuhan Toyopakeh | Shoot by mas Ridlo

Setelah selesai kita melanjutkan lagi menuju pelabuhan dan tawar-menawar ongkos jukungnya (perahu kecil). Setelah deal kita langsung gass, dan kurang lebih 20 menitan kita sudah sampai di Nusa Lembongan. Suasana disini sedikit berbeda dengan Nusa Penida. Karena disini lebih ramai, dan banyak bule bertebaran dimana-mana. Penginapannya pun juga buanyak pilihannya mulai dari 100ribuan hingga jutaan. Karena dari jauh-jauh hari juga kita sudah booking hotel, maka setelah mendarat kita langsung menuju hotel. Untuk lokasinya berada di daerah Jungutbatu, iya, di daerah ini banyak hotel murah dan makanannya pun masih ramah di kantong. Bungalow No. 7 menjadi pilihan kita. Karyawan hotel yang ramah dan tempat yang di luar ekspektasi saya yang ternyata nyaman dan cocok banget buat santai-santai apalagi dengan budget pas-pasan kita :p.

Walaupun pool nya kecil tapi masih asik ko :p | shoot by mas Ridlo
Walaupun pool nya kecil tapi masih asik ko :p | shoot by mas Ridlo
Resto di hotel dengan view yang aduhai
Resto di hotel dengan view yang aduhai

Setelah urusan check-in dan segala macamnya (termasuk sewa motor dan sewa kapal untuk snorkeling besok) kita langsung menuju tempat pertama yang berada di pulau kecil sebelahnya (berada di tengah-tengah Nusa Penida dan Nusa Lembongan) yaitu Nusa Ceningan. Pulau kecil ini dihubungkan sama Nusa Lembongan dengan jembatan kuning yang hanya bisa dilalui 1 motor saja. Dan kita langsung menuju spot pertama yaitu Blue Lagoon. Sesampainya parkiran ada adek-adek kecil dengan 1 anjing lucunya yang menjaga pintu masuk (kalau di Nusa Ceningan parkir sudah mulai membayar kisaran Rp 5.000). Beberapa saat kemudian, ada sesuatu yang menjilat betis saya, oh nyess apa ini, aduh saya takut setengah mati dan refleks berteriak, untung hanya dijilat ya, saya gak nakal lho padahal, ahaha.. (jadi PR tambahan harus wudlu plus-plus).

Seharusnya disini kemarin saya bisa Cliff Jumping (lompat dari atas tebing mulai dari ketinggian 9 meter – 13 meteran) tetapi karena lagi-lagi ombak yang lagi gede ya mau gimana lagi, gagal deh. Tapi it’s OK lah, blue lagoon menawarkan view yang sangat cantik dan memang pantas untuk dikunjungi.

Jembatan penghubung Ceningan (kiri) dan Lembongan (kanan)
Jembatan penghubung Ceningan (kiri) dan Lembongan (kanan)
Jembatan kuning menuju Ceningan
Jembatan kuning menuju Ceningan
Ahh, kueren banget Blue Lagoon-nya
Ahh, kueren banget Blue Lagoon-nya
I feel free :D
I feel free😀 | Shoot by mas Basri
Ombak yang menghalangi cliff jumping
Ombak yang menghalangi cliff jumping

Selesai mengunjungi Blue Lagoon kita menuju spot selanjutnya untuk menikmati sunset di Nusa Lembongan, tapi apalah daya, Sunset beach yang mau kita tuju gak menampakkan dirinya (karena gak nemu, haha). Jadilah kita sunset-an di Sunset point (namanya mirip-mirip). Sunset point ini letaknya berada di atas tebing dan kanan kirinya sudah dibangun hotel-hotel mewah (tetapi pas kita disana tidak dapat sunset karena mataharinya sudah terlalu tenggelam tertutup awan :p).

petani rumput laut (di ambil sebelah persis hotel Le Pirate sewaktu perjalanan dari Ceningan ke Lembongan)
petani rumput laut (di ambil sebelah persis hotel Le Pirate sewaktu perjalanan dari Ceningan ke Lembongan)
Hanya dapat ombak tipis-tipis Sunset Point
Hanya dapat ombak tipis-tipis di Sunset Point

Pulang dari Sunset point kita menuju penginapan, istirahat sebentar, sholat lalu keluar lagi hunting makan malam di Jungutbatu. Dan terpilihlah Warung Ridho (depan hotel De Camel). Saya memesan Ayam Bumbu Bali yang rasanya super sekaleh enaknya😀.

Selesai makan kita balik lagi ke penginapan dan ternyata kolam renang depan kamar sudah melambai-lambaikan tangan dari tadi. Saya pun nyebur duluan, berenang di malam hari itu, haha.. Puas berenang lalu mandi dan malam itu kita habiskan kongkow di tepi pantai (gayanya aja, mumpung kursi malasnya gratis, haha). Suasana hotel disini memang sangat nyaman, jam 10 malam pun bar-bar sudah mulai tutup. Sepi, hanya ada deburan ombak, aku dan kamu *prett…

Hari Keempat (bertemu ratusan ikan hingga nebeng tidur di kosan temen :p)

Inilah gong liburan kita kali ini. Snorkeling seru di 2 spot di daerah Nusa Lembongan dan Nusa Penida. Kalau bingung, nanti pakai jasa hotel saja, biasanya mereka juga menawarkan sendiri paket-paket snorkeling dengan banyak pilihannya tergantung budget. Kita sendiri memilih paket 2 spot yaitu di Mangrove Point dan Wall Bay dengan harga yang masih terjangkau. Ternyata 1 kapal kemarin selain ada kita berlima juga ada 2 bule dari Perancis. Dan sekitar pukul 09.30 WITA kita berangkat menuju TKP.

hi :D
hi😀

Lokasi spot pertama snorkeling yaitu di Mangrove Point (dinamakan Mangrove Point karena spotnya berdekatan dengan hutan mangrove), sekitar 30 menit kemudian kita sudah sampai dan setelah persiapan kita langsung nyebur. Subhanallah, begitu masuk air langsung disambut dengan ratusan ikan, ahh melting langsung.. Di Mangrove point ini banyak banget jenis terumbu karangnya, andaikan kemarin bisa lompat indah seperti lumba-lumba pasti saya sudah lompat saking exited-nya, haha..

ikan yang kayak daun-daun berguguran :D
ikan yang kayak daun-daun berguguran😀
Karangnya benar-benar terawat
Karangnya benar-benar terjaga

Sebenarnya belum puas sih, tapi karena dikejar waktu juga sekitar 45 menit kemudian kita harus meninggalkan tempat dan menuju spot kedua yaitu di Wall Bay yang terletak di dekat pelabuhan Toyopakeh Nusa Penida (sesuai namanya Wall Bay yang berarti teluk dan tembok, ya lokasi ini persis berada di pinggir karang tinggi yang seperti tembok). Dan disini pun saya juga tidak kalah exited-nya karena bertemu dengan ratusan ikan lagi. Aduh, bener-bener seperti menjadi putra duyung yang sedang bermain dengan ikan-ikan, haha… Untuk perbandingan Mangrove point dan Wall bay, yaa 12: 12 lah😀. Di 3 nusa ini sebenarnya spot yang paling terkenal yaitu tempat dimana kita bisa melihat ikan Manta dan Mola-Mola, tapi harus diving beberapa meter terlebih dahulu (tetapi di beberapa sumber yang saya lihat, tidak perlu diving sudah bisa nemu mereka kalau lagi lucky), oleh karena itu kita tidak ambil, cukup menikmati atasnya saja. Lain kali harus dicoba divingnya, wajib🙂.

Eh nemu telur dinosaurus
Eh nemu telur dinosaurus
lagi-lagi ratusan ikan mengajak berdansa
lagi-lagi ratusan ikan mengajak berdansa
warna-warni karang
warna-warni karang

Setibanya di penginapan kita bergegas check-out dan masih akan mengkesplore tujuan terakhir yaitu di Devil Tears. Tidak susah menemukan tempat ini karena lokasinya yang berdekatan dengan Dream beach. Jadi dari parkiran Dream beach kita tinggal belok kanan saja dan sampai di tempat. Yang menarik dari Devil Tears ini adalah kita akan bisa melihat pelangi dari atas cekungan tebing. Begitu ombak datang akan menyemburkan butiran air dan terjadilah pelangi.

Dream beach
Dream beach
Ada pelangi di matamu vil :p
Ada pelangi di matamu vil :p

Siang itu terasa paling panas diantara hari-hari sebelumnya, kita pun sudah mulai lelah dan akhirnya menyerah walaupun masih sempet menuju Mushroom beach yang sangat panas. Dan kita menuju penginapan lagi untuk mengambil tiket penyeberangan pulang yang telah kita pesan di Bli Made (staff hotel). Dan jam 5 sore pun kapal bertolak menuju Sanur. Selamat tinggal PeLeCe, banyak surga disini yang bisa saya nikmati🙂

Mushroom beach yang panas
Mushroom beach yang panas

Setibanya di Sanur kita langsung menuju kosan temen untuk nebeng (mau nyari penginapan lagi kantongnya sudah jebol, huahaha). Di Bali kita hanya makan malam di daerah Badung dan ke Kresna untuk membeli sedikit oleh-oleh.

Hari Kelima (pulang pulang pulang)

Pagi pun tiba, pukul 05.00 WITA kita sudah bergegas menuju Bandara Ngurah Rai karena penerbangan paling pagi lagi. Dan terbang.. Sampai di Surabaya saya dan teman-teman berpisah dan kembali lagi dengan rutinitas masing-masing.

Ah, rasanya baru kemarin saya sampai di Bali hari ini sudah di Kediri lagi, liburan 4 hari yang terasa begitu cepat dan menyenangkan. 3 Nusa di Bali ini sangat recommended bagi kalian-kalian yang ingin merasakan petualangan, pemandangan dan ketenangan. Dan tidak dibutuhkan biaya yang mahal juga asal kita bisa memilih-milih harga yang ramah di kantong. Disini kehidupan masyarakatnya juga sudah ramai, jangan dibayangkan pulau ini terpencil karena disini sudah banyak fasilitas mulai tersedianya atm BRI, pom bensin, pasar, swalayan, masjid, ada juga mobil-mobil mewah dan truck yang berseliweran.

Matur suksma ya Bali dan terima kasih juga kepada teman-teman (Mas Ridlo, Mas Very, Mas Odiek dan Mas Basri) Suwun😀

narsis lagi ya :p
narsis lagi ya :p | shoot by mas Ridlo
ki-ka (mas Odiek, mas Basri. mas Ridlo, kaos hitam)
ki-ka (mas Odiek, mas Basri. mas Ridlo, kaos hitam)

Tips:

-Sewa jasa guide lokal untuk di Nusa Penida

Supaya kita tidak tersesat dan cepat sampai di tempat tujuan, karena destinasinya yang tersembunyi, jalanannya yang sangat parah rusak di beberapa titik dan masih minim papan petunjuk, walaupun ada beberapa blog yang sudah banyak memberi alamat gps-nya tapi sinyal disana susah susah gampang karena operator yang tersedia hanya Indosat dan Telkomsel itu pun itupun labil, tapi better Indosat). Kalau mau tanpa guide bisa dicoba pakai maps-nya mas febryhadinata (ijin ngelink :D)

-Bawa topi/ sejenisnya dan sunblock

karena selama disana saya jarang sekali menemukan orang yang pake helm jadi paling gak buat penutup kepala dan terhindar dari panas terik matahari.

-Booking penginapan sebelum tiba di tempat

Supaya lebih aman dan terjamin, jadi nanti nggak takut kehabisan kamar apalagi sewaktu peak session, kemarin kita bookingnya via agoda.com dan booking.com

Pengeluaran wajib:

Speedboat Maruti Express dari Sanur ke Nusa Penida Rp 75.000 per orang

Sewa motor di Nusa Penida Rp 75.000 per motor per hari

Penginapan di Nusa Garden Bungalow Rp 186.000 per orang untuk 2 hari (1 kamar untuk 2 orang)

Kapal dari Pelabuhan Toyopakeh ke Lembongan Rp 20.000 per orang

Sewa motor di Nusa Lembongan Rp 100.000 per motor per hari

Penginapan di Bungalow No. 7 Rp 153.000 per orang untuk 1 hari (1 kamar untuk 2 orang)

Sewa kapal untuk snorkeling Rp 120.000 per orang untuk 2 spot (1 kapal 5 orang/ lebih)

Parkir kisaran Rp 5.000 per motor (hanya di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan)

Speedboat Marina Srikandi dari Jungutbatu, Nusa Lembongan ke Sanur Rp 75.000 per orang

 

Pengeluaran sesuai kebutuhan:

Air minum 1500ml Rp 8.000

Makanan berkisar antara Rp 10.000 – 25.000

Bensin Rp 8.500 – 9.000

Tiket pesawat pp Sby – Dps dapet promo dari AA Rp 577.600 per orang include airport tax

22 thoughts on “BALI Episode PeLeCe

  1. Kereeen! Saya sendiri belum pernah ke tiga pulau itu, baru ada rencana saja ke sana Juli nanti (itu pun sepertinya tidak singgah ke tempat-tempat spektakuler yang sudah dijelaskan di sini :haha). Foto-fotonya itu lho, bikin speechless. Pas banget antara momen dan gambarnya juga sempurna. Top bangetlah ini :hehe. Keren keren keren!

    Yah, kalau kita bicara Bali… salah kayaknya kalau saya bilang keindahan Bali itu habis :hehe. Masih ada saja tempat di bumi Ratu Gde Dalem Nusa itu yang tersembunyi. Semoga keindahan ini tetap terjaga sampai kapan pun, jadi semua bisa menikmatinya :)).

    Kemarin ke Bali tidak singgah di tempatnya Kak Randy? :)).

  2. wah, sempatkan lho kalo udh kesini, mumpung lagi musimnya bagus🙂

    makasih ya, sy beruntung sekali kmrn pas kesana gak ada hujan hanya panas dan panas😀.

    betul, keindahan bali memang gak ada habisnya ko,,, asalkan dijaga dan dirawat terus sampai generasi ke generasinya..

    kemrain aku lupa gak tau kalo randy juga di bali ya, pdhl hari terakhir ak stay deket2 sanur kuta..

  3. aku nggak usah komentar fotonya ya, udah sering aku puji kan? wkwkwkwk #mintadigampar #digamparpaketiketpesawatkeBaliGRATIS😀

    aku nggak nyangka kalo bang Ridlo udah buka warung di sana dan… nggak tau kenapa PeLeCe kebacanya selalu ‘Pecel Lele’ #laper😦

  4. hahaha.. makasih kaks..

    makanya, begitu tau dia buka warung disana kita langsung melipir dan menjajaki makanannya..

    haha, harusnya PeCel Le aja ya, sekalian Pecel Lele.. biar yang baca jadi laper semua😄

  5. huaha.. iyo i mas.. aku jane pengen bkin part2 ngunu tiap hari, cerita jd lebih nyantai😀.. tp kmrn lg gk mood sih, hhaa

    kuliner e enak2 sih, cuman sbg muslim lbih plih2 lgi dg menu2nya😀

  6. Iya Mas, semoga dalam waktu dekat bisa ke sana :hehe.
    Semoga keindahan itu bertahan :amin.
    Berarti harus ke sana lagi supaya bisa ketemu, Mas :hihi.

  7. hahah.. serius lah ya😀.
    pengennya di endorse beneran sih, anyway emang ngeri.. tp tetep utamakan safety first🙂
    makasih lho ya:)

  8. Enak banget jalan2 pelesir terus kak.. Ikut dong kak pasti seru kalo jalan2 sama kakak dipotoin terus 😋

  9. keren2 banget fotonya… saya ada rencana ke sana dan nyasar ke sini hehe
    Boleh minta cp guide nya gak mas? Itu nemu di mana guidenya?

  10. Makasih y mbak.. Maaf no hp nya ilang gara2 hp rusak😦. Yang jelas kmrn saya guide nya tny sm pemilik penginapan. Coba mbak tny juga nnti. Smg liburannya menyenangkn ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s