Bawean (Surganya Gresik) II

Sekitar pukul 9 pagi, setelah ke delapan teman-teman kembali ke Jawa, saya dan Mbak Martha melanjutkan PR yang belum terselesaikan di Bawean ini. Dengan didampingi Pak Riri dari BT kita akan mengeksplore Bawean lagi, asik! Kenapa hanya saya dan Mbak Martha yang tinggal, dikarenakan kita berdua sudah terlanjur mengambil jatah cuti dan teman-teman yang lain tidak ada yang mengambil jatah itu😦. Yaa, daripada terbuang sia-sia, kita pun sepakat untuk lanjut🙂

Karena hanya kita berdua, maka saya putuskan untuk mengeksplore Bawean dengan menggunakan sepeda motor, selain bisa lebih hemat juga lebih fleksibel dan lebih menyatu dengan alam (nggak pake helm coy😀 *yang penting safety riding ya, gak pake helm sih tapi pelan-pelan saja gak usah ngebut kayak di jalan tol). Tujuan hari ini yaitu beberapa air terjun dan danau Kastoba.

Tujuan pertama kita adalah mengunjungi sebuah air terjun yang masih tergolong dekat dengan penginapan, yaitu Air Terjun Lencar. Setelah memarkir motor, lalu tracking sekitar 20 menitan dan kita sudah sampai, hmm.. masih tergolong dekat sih, cuma jalannya masih rusak karena kena arus air yang besar. Mbak Martha pun sempat terjerembab, tapi untungnya tidak ada luka yang serius. Harus hati-hati pokoknya kalau kesini, karena banyak batu licin dan sesekali kita harus menyeberang sungai kecilnya. Air terjun ini sebenarnya kembar, ada dua aliran, tetapi karena sewaktu saya kesana kemarin habis longsor jadilah hanya 1 air terjun saja yang mengalir. Airnya begitu bersih dan segar, hahh.. tenang rasanya.. Oh ya arti dari air terjun Lencar ini sendiri adalah air terjun yang arusnya mengalir lancar (source-nya penduduk lokal).

Air Terjun Lencar
Air Terjun Lencar
Aliran air terjun Lencar
Aliran air terjun Lencar

Selesai dari air terjun pertama kita akan melanjutkan perjalanan lagi yaitu ke Danau Kastoba (ini nih tujuan utama kita menambah hari karena sudah jauh-jauh ke Bawean). Karena kemarin kita sudah mengelilingi Pulau Bawean di sepanjang pesisir, maka hari itu kita ditantang Pak Riri untuk melewati jalur yang lain, hmm, saya sih suka challenge dan oke lah kita mengiyakan. Ternyata tantangannya adalah kita mengendarai motor dengan membelah Pulau Bawean. Ya, naik dan turun bukit, motor bebek yang saya naiki pun sudah kembang kempis, haha… sewaktu jalan tanjakan betapa susahnya si bebek merambat naik, tapi alhamdulillah satu persatu tanjakan terlewati. Dan sekitar 1 jam kita pun sampai di pintu masuk Danau Kastoba.

Pintu Masuk Danau Kastoba (parkir di atas)
Pintu Masuk Danau Kastoba (parkir di atas)
Enak buat glesotan :D (lokasinya depan pintu gerbang Kastoba)
Enak buat glesotan😀 (lokasinya depan pintu gerbang Kastoba)

Untuk memarkir motor bisa ditaruh di sembarang tempat (yang penting rapi sih), dan gak usah di kunci ganda karena memang dijamin aman. Sebelum tracking terlalu jauh, ternyata ada sebuah air terjun yang cemplungable banget di bawah sana, namanya Grojokan Candi. Grojokan yang berarti pancuran air dan Candi adalah nama desa dimana air terjun itu berada. Air terjun ini merupakan aliran dari Danau Kastoba, dan airnya kelihatan seger banget.

Grojokan Candi
Grojokan Candi

Kita ke tujuan utama dulu yaitu menikmati panorama danau. Tracking hanya sekitar 20 menitan kita pun sudah sampai di danau. Welcome to the jungle. Hawa-hawa mistis-pun menyeruak ke dalam sukma ini (haha, lebay). Karena disini sangat sepi tidak ada 1 orang pun kecuali kita, jadilah danau seolah-olah milik kita bertiga, hehe… Untuk kondisi danaunya sendiri sangat alami, warna air yang kehijau-hujauan dan banyaknya pepohonan disini membuat hawanya begitu segar. Sayangnya kurang begitu terawat, dilihat dari toilet disini yang kondisinya tidak bisa dipakai dan bangunan-bangunan yang atapnya sudah bocor-bocor. Hanya ada 1 musholla yang masih bisa digunakan.

The mystical Kastoba Lake
The mystical Kastoba Lake
Danau yang kehijau-hijauan
Danau yang kehijau-hijauan
View dari atas bukit
View dari atas bukit
Danau Kastoba
Danau Kastoba

Mengenai asal-usul Danau Kastoba ini banyak versinya (menurut Pak Riri). Yang paling popular adalah dimana dahulu kala ada Ratu Jin yang mempunyai 2 Gagak Putih. Lalu gagak itu disuruh Sang Ratu menjaga sebuah Pohon yang bernama Kastoba, kenapa dijaga karena pohon ini merupakan pohon yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Suatu hari ada seorang tunanetra yang sedang beristirahat di bawah pohon, 2 gagak tadi sedang berbicara tentang khasiat akan pohon ini, si tunanetra pun mendengar obrolan para gagak, lalu dipetiklah daun dan dibubuhkan ke matanya, alhasil dia bisa sembuh dari kebutaan. Melihat kejadian itu Si Ratu Jin marah dan mengusir 2 gagak putih tersebut. Dan Pohon Kastoba tadi dicabutnya lalu dilempar ke sisi lain pulau hingga akhirnya bekas cabutan pohon tersebut menjadi sebuah danau yang sekarang bisa kita nikmati keindahannya. Terlepas dari mitos tadi, danau ini cukup worth it untuk dikunjungi🙂

Gelap-gelapan, haha (ini diambil sewaktu gerimis)
Gelap-gelapan, haha (ini diambil sewaktu gerimis)

Turun dari danau kita menuju Grojokan Candi. Kebetulan sekali sewaktu kita kesana adalah jadwalnya anak-anak kecil lagi mandi, dan saya pun ikut meramaikan suasana, haha.. segernya itu seger banget. Anak-anak disini juga ramah-ramah dan periang, tidak malu dengan kita. Jadilah bermain air bersama-sama😀. Ahh, mungkin kemarin itu salah satu aktifitas favorit saya di Bawean.

Foto bersama adek-adek :)
Foto bersama adek-adek🙂
Keceriaan anak-anak Bawean
Keceriaan anak-anak Bawean
Perang Air
Perang Air
adeknya berotot
adeknya berotot
Tet Tot :D
Tet Tot😀

Pulang dari Danau Kastoba kita menuju tujuan terakhir yaitu Air Terjun Murtalaya. Lokasinya sudah lumayan dekat dengan penginapan kita. Di air terjun ini juga sangat sepi karena hanya ada kita bertiga. Yang menjadi ciri khas dari air terjun ini adalah kondisi bebatuan yang membentuk suatu tatanan yang rapih, walaupun airnya kurang jernih tapi ya lumayan untuk sekedar melepaskan penat.

Air Terjun Murtalaya
Air Terjun Murtalaya
Tekstur batuannya yang keren
Tekstur batuannya yang keren
Bukit yang menyegarkan mata (itu makam) (diambil sewaktu perjalanan pulang dari air Murtalaya)
Bukit yang menyegarkan mata (itu makam) (diambil sewaktu perjalanan pulang dari air terjun Murtalaya)

Sore pun datang dan tujuan terakhir kita adalah menikmati sunset di Pelabuhan. Kita memilih pelabuhan yang sebelahnya pelabuhan utama, pelabuhan ini hanya digunakan seminggu mungkin sekitar 2x dan biasanya dipakai untuk mengangkut kendaraan roda 4 dan sejenisnya (penumpang juga bisa masuk), lama perjalanannya sekitar 7 jam. Karena jarang dipakai, jadilah kondisinya sangat sepi. Menikmati sepoi-sepoi angin laut dengan suara deburan ombak yang mellow gitu (?). Sayangnya matahari sedang malu, hehe, jadilah kita tidak mendapatkan sunset. Langsung pulang deh, mandi, makan dan tidur.

Sunset terakhir malah mendung :)
Sunset terakhir malah mendung🙂

Keesokan paginya, tidak mau rugi, saya harus mencari spot sunrise baru, dan terpilihlah sebuah pelabuhan yang lumayan jauh dari penginapan (padahal saya ini sangat gambling dan tidak ada referensi). Tetapi sunrise disinilah yang paling indah, hehe, walaupun saya sudah sedikit kesiangan dan tempatnya juga kotor (mungkin ini dermaga kecil yang sudah jarang dipakai). Kalau tempatnya bersih, mungkin lebih sempurna sunrise nya🙂. Puas menikmati sunrise, saya kembali ke penginapan, bersiap-siap untuk pulang dan meninggalkan Bawean.

Dermaga kecil ini tempat untuk melihat sunrise (abaikan sampahnya :))
Dermaga kecil ini tempat untuk melihat sunrise (abaikan sampahnya :))
Beberapa kapal nelayan yang berlabuh
Beberapa kapal nelayan yang berlabuh
Sunrise indah di Bawean
Sunrise indah di Bawean

Jam 9 pun saya dan Mbak Martha sudah meninggalkan pulau indah di Utara Gresik ini. Terimakasih ya Bawean atas jamuannya :*, suatu saat bakal kembali lagi di lain musim. Terimakasih teman-teman dari Bawean Tourism (Pak Riri dan teman-teman). Dan tentunya 9 teman perjalanan yang asik😀

Thank you Bawean
Thank you Bawean

#estimasi pengeluaran selama di Bawean +/- 825.000 (termasuk jasa guide, homestay 2 malam, tiket pp kapal cepat, kapal untuk hopping island dan transportasi disana) tidak termsuk biaya makan, tapi tenang, harga makanan disini masih ramah di kantong. Untuk contact person yang bisa dihubungi dari BT yaitu bisa dengan Pak Riri 081249008255🙂 Terimakasih!

6 thoughts on “Bawean (Surganya Gresik) II

  1. Wow, itu makam siapa, Mas? Ada mitosnyakah di penduduk sekitar? *mendadak penasaran*.
    Spot-spotnya benar-benar menampilkan lengkapnya alam yang sejati, bahkan dalam satu pulau. Hijaunya sawah yang sejati, aliran air terjun yang tak berputus, dan terbit-terbenamnya matahari di pesisir yang sangat indah. Sayang belum banyak yang tahu, jadi terima kasih sudah menuliskan ini, karena ini jadi informasi baru!

  2. hehe, saya juga kurang tahu mas itu makamnya siapa, yang jelas ada beberapa makam disana, sepertinya makam penduduk saja, tapi memang keren😀.
    iya, pulau bawean itu wisata yang komplit menurut saya. makasih mas🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s