BAWEAN (Surganya Gresik)

Bayangan saya dulu jika mendengar kata “bawean” adalah rusa baweannya dan sebuah pulau kecil yang berada di atas Jawa Timur dimana kalau kita buka “Atlas/ peta dunia” untuk bagian Jawa Timur pasti pulau Bawean ini tidak bisa cukup 1 halaman (jaman SD-SMP-SMA, heheh). Dan tidak tahu sama sekali kalau di Bawean itu adalah surganya Gresik. hmmm…

Setelah segala persiapan dan urusan administratif selesai, terpilihlah kita bersepuluh orang untuk bisa mencicipi sedikit keindahan alam Indonesia ini yaitu di Bawean. Bawean adalah sebuah pulau yang masuk dalam wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pulau yang berada di laut Jawa ini ternyata menyuguhkan keindahan alam yang luar biasa. Melihat para blogger yang memposting foto-foto dan tulisan tentang Bawean membuat saya bersemangat akan perjalanan kali ini. Tapi saya tidak berekspektasi lebih karena takut nantinya akan kecewa, hehe..

Hari Pertama

Sabtu pagi-pagi sekali saya berangkat dari Kediri menuju Surabaya. Di sana rencananya kita akan berangkat bersama-sama untuk menuju Pelabuhan Gresik. Sekitar jam 8 pagi kita pun sudah tiba di pelabuhan, lalu menunggu jadwal keberangkatan kapal fery cepat jam 9 pagi. Dan tut tut, kapal pun bertolak menuju Pulau Bawean. Lama perjalanan kalau menggunakan kapal fery cepat adalah 3,5-4,5 jam tergantung dari ombak dan angin. Kebetulan kemarin itu kita yang 4,5 jam, jadinya terasa so long long. Beberapa temen ada yang sampai mabok cinta, haha..

Keluar dari kapal fery rasanya benar-benar lega, pengap di dada langsung hilang seketika. Saya siap untuk explore Bawean!!! Di Bawean ini kita meminta bantuan teman-teman Bawean Tourism (BT), semacam agent travel gitu tapi asik banget, harga bisa disesuaikan dengan budget kita, maksudnya tergantung dari kita ingin ini itu apa dimana kapan, kalau kita sih langsung sepakat sama paket backpacker, hehe… Jadi turun dari kapal tadi kita langsung disambut ramah oleh teman-teman BT (ada Pak Riri, mas Subhan dll), kita langsung naik mobil menuju penginapan. Dikiranya penginapan jauh ya, eh ternyata ada di sebelah pelabuhan, haha… Setelah tiba di penginapan kita langsung bersiap diri untuk menuju tempat indah pertama di Bawean. Tapi sebelumnya kita makan dulu dan kirain jauh juga tempat yang bakal kita tuju, eh ternyata hanya berjarak beberapa blok rumah mungkin, haha, owalah ternyata berdekatan ya. Saya tentunya memesan yang jarang dimakan di rumah yaitu sotong, rasanya mantappp…

Lanjut, nah ini, kondisi jalan yang semula cukup untuk dua mobil tiba-tiba berubah menjadi hanya 1 mobil yang lewat, jadi kalau ada mobil yang berpapasan, salah satu harus mengalah terlebih dahulu. Mundur, itu lah jalan satu-satunya, haha.. Tapi santai, jumlah mobil disini masih belum sebanyak di jawa ko😀. Dan uniknya pulau ini adalah selama saya berada disana tidak melihat seorang pun orang yang berkendara sepeda motor memakai helm, wow, aman ya pastinya. Kata temen BT sih di Bawean benar-benar aman, motor parkir di depan rumah pun aman kalau malam hari. Hmmm.. 100 ya buat Bawean🙂

Di kala mobil mendekati tempat pertama, saya pun kaget dengan anak-anak disana, mereka meneriaki kami “viki”. Saya sih langusng tanya ke pak driver artinya apa itu. Saya kira viki dalam bahasa bawean itu mengartikan sesuatu, eh ladalah ternyata.. hahahaha… Jadi viki itu bukan bahasa bawean melainkan nama orang. Ya, beberapa minggu sebelum kita tiba di bawean, ada Mas Vicky Nitinegoro yang berkunjung kesana. Dan mungkin masih jarang orang yang berkunjung kesana dengan rombongan mobil. Oleh karenanya kita dipanggil viki, hehe.. Makasih lho ya adek-adek kita berasa artis sejenak :p. Oh ya, mengenai bahasa bawean disini mirip-mirip dengan bahasa Madura. Seperti bahasa Indonesia mirip dengan bahasa Melayu, 11:12 gitu perbandingannya.

Setelah turun dari mobil kita bergegas menuju tempat pertama, dan tracking selama 45menitan, wah indah, kita disuguhi pantai Pasir Kuning dengan batu karangnya yang lancip-lancip. Beristirahat sejenak di sini dan melanjutkan tracking lagi, tidak lama kemudian kita sudah berada di Tanjung Gaan, yaitu ujung barat Pulau Bawean, wahh, keren.. Menghabiskan kisah romantis sore itu, ah tapi kamunya gak ada, haha :*

Pantai pasir Kuning
Pantai pasir Kuning
Lubang karang yang lancip
Lubang karang yang lancip
Tanjung Gaan
Tanjung Gaan
Personil 10 lengkap | yang moto mas sulhan
Personil 10 lengkap | yang moto mas subhan
Sisi lain Tanjung Gaan
Sisi lain Tanjung Gaan
Matahari bulat
Matahari bulat

Kita lalu melanjutkan perjalanan pulang kembali menuju penginapan. Bersih diri dan siap-siap berangkat lagi menuju alun-alun Bawean. Kebetulan hari itu adalah “malam minggu”, jadi suasana alun-alun rame dan romantis karena ada live akustik lho disana, ahh, keren lagi. Jadi di bawean ini menurut saya merupakan sebuah pulau yang sudah maju, atm ada (bri sama bank jatim), masjid banyak, mobil ada, motor banyak, toko apalagi udah banyak, kehidupan masyarakat juga sama kayak di jawa, sinyal operator seluler juga ada, bahkan ada yang 3g, bagus deh pokoknya. Kita di alun-alun sampai jam 10an malam lalu kembali ke penginapan dan tidur untuk mengisi jiwa raga yang lelah ini🙂

Alun-Alun Bawean
Alun-Alun Bawean

Hari Kedua

Sunrise pertama di Bawean kemarin itu indah, langitnya cetar dihiasi dengan awan-awan yang melengkapinya, walapun saya tidak dapat matahari yang bunder.

pagi pertama :*
pagi pertama :*

Sekitar jam 7 pagi kita sudah sarapan di warungnya ibu2 yang jualan roti canai. Hmm, ko bisa ya? Karenanya sih kebanyakan orang disini merantau, merantaunya tidak ke Jawa lho tapi ke Luar Negeri seperti Malaysia dan Singapura. Kita semua memesan 1 porsi roti canai dan 1 gelas teh tarik, muantap pokoknya, hehe.. Oh ya, di sini kita di traktir lho sama ibuk-ibuk yang kebetulan juga lagi beli roti, aduh, sungguh baik hatinya, hehe, makasih ya Buk, kita padamu :*

Usai sarapan kita lanjut ke tempat penangkaran Rusa. Nah perjalanan kesana itu tidak akan ngebosenin karena suasananya begitu asri, minim banget polusi. Dan sampai di tempat penangkaran pun saya kagum, ya.. karena kegigihan orang sana lah yang sadar akan kelestarian si rusa. Kata penjaganya, dulu di penangkaran ini cuma ada sepasang rusa, nah lama kelamaan sekarang sudah menjadi 38 ekor, mantap kan, jempol deh.

Penangkaran rusa
Penangkaran rusa
Salah satu endemik hewan bawean, elang bawean | ini nemu pas di penangkaran rusa
Salah satu endemik hewan bawean, elang bawean | ini nemu pas di penangkaran rusa
Rusa bawean
Rusa bawean
Ah, tanduknya itu lho
Ah, tanduknya itu lho

Setelah dari penangkaran rusa kita melanjutkan perjalanan ke Airport Bawean yang sampai sekarang belom jadi, padahal secara fisik sudah bagus sih landasannya. Di tengah perjalanan ini kita juga berhenti sejenak di Teluk Tajung Barat yang indah.

Bapak driver dari BT yang ramah
Bapak driver dari BT yang ramah
Siapa mau eskrim pinggir pantai :D
Siapa mau eskrim pinggir pantai😀
Ini lho buat kamu, sory sisa, haha
Ini lho buat kamu, sory sisa, haha
2 mobil yang sangat tangguh dipakai di medan perang (?)
2 mobil yang sangat tangguh dipakai di medan perang (?)
Ini ceritanya lagi runway airport bawean
Ini ceritanya lagi runway airport bawean

Dan inilah puncak destinasi hari kedua yaitu hoping island. Ya, kita mengunjungi pulau-pulau kecil di sekitar Bawean yang wow pokoknya. Dan juga snorkeling🙂

Pulau pertama yaitu Pulau Nokoh, ini pulau ternyata berpenghuni juga lho, tapi hanya beberapa puluh kepala rumah tangga saja, tetapi disana pun sudah lumayan juga, ada toko, ada masjid, dan ada warung. Kita istirahat disana sejenak, makan nasi goreng tepi pantai. Dan solat dhuhur sekalian jamak ashar disana. Keindahannya sih jangan diragukan, bagus, warna biru tosca ditambah kapal-kapal yang keren, ah bagus pokoknya :p.

Kapal yang bersandar di Pulau Gili
Kapal yang bersandar di Pulau Gili
Welcome home | dipotoin Fariz
Welcome home | dipotoin Fariz

Nah setelah dari pulau ini kita melanjutkan lagi ke pulau sebelahnya yaitu Nokoh Gili. Haduh, kalo yang ini jangan diragukan lagi, bagusssnya lho gak nahan, haha.. pokoknya cemplungable, disini juga banyak bintang laut warna kuning. Karena pulau ini tidak berpenghuni jadi you know lah, sepi.. berasa pulau pribadi, hehe..

Nokoh Gili dari jauh
Nokoh Gili dari jauh
Nokoh gili dengan ciri khas bentuk pulaunya
Nokoh gili dengan ciri khas bentuk pulaunya
Salah satu bintang laut bawean
Salah satu bintang laut bawean
Ini bintang laut lentur lho, bisa balikkan badan sendiri
Ini bintang laut lentur lho, bisa balikkan badan sendiri

Lanjut lagi, kita akan snorkeling, nah lho, saya kira di pinggir pulau, ternyata kita ada di tengah laut, wow kan, hahaha.. Untuk kondisi bawah lautnya sih udah banyak karang yang rusak, saya juga jarang menjumpai ikan, tapi boleh banget lah dicicipi, masih kategori bagus ko🙂

Kalau ini kuning, ungu sama coklat
terumbu kuning, ungu sama coklat
Ada yang ungu juga
ungu punya
Terumbu karang kuning
Terumbu karang kuning

Dan destinasi hoping island terakhir adalah menikmati sunset romantis “lagi” di Nokoh Selayar. Ahh, sungguh suasana yang susah di beli, walaupun mendung tapi bagus banget langitnya, malah saya lihat gradasi langit dan laut bisa berubah menjadi warna pink. Pokoke mantap!

Gradasi pink, ah keren
Gradasi pink, ah keren
Nokoh Selayar dengan background Gn. Selayar
Nokoh Selayar dengan background Gn. Selayar
8 arjuna, haha
8 arjuna, haha

Pulang dari hoping island, kita menuju pemandian air panas di daerah Sangkapura, nah nah, pulau kecil kayak gini ada juga ternyata sumber air panasnya, ahh, rasanya seger sekali, badan-badan yang pegal-pegal karena keasyikan aktifitas seharian jadi enteng. Untuk kolamnya jangan dibayangin kayak di Jacuzzi gitu ya, disini benar-benar alami, jadi cuma dibuatkan kolam kecil seukuran kurang lebih 3×3 meter. Kita bersepuluh langsung numplek disitu, kolam langsung penuh, haha…

Selesai mandi, kita langsung menuju alun-alun lagi mencari sesuap nasi untuk makan malam, hehe.. Dan kita juga mampir ke tempat salah satu oleh-oleh khas bawean yaitu koncok-koncok. Bentuknya mirip lontong dan rasanya mirip sarden yang dicampur tepung, enak apalagi kalau di goreng, hmm… harganya pun terjangkau, cocok buat oleh-oleh di rumah.

Hari Ketiga

Tidak terasa kunjungan kita ke Bawean harus berakhir nanti jam 9 pagi, sedih rasanya meninggalkan pulau kecil yang indah ini. Kita sempatkan menuju Pantai Jherat Lanjeng terlebih dahulu sebelum pulang. Pantai ini sebenarnya indah sebagai tempat untuk menikmati sunrise dan sunset, tapi karena beberapa pertimbangan kita kesini hanya mampir saja sewaktu matahari sudah agak tinggi. Yang unik disini adalah adanya kuburan panjang yang mencapai kurang lebih 12 meter. Wow, manusia yang kayak apa ya kira-kira, hehe.. Katanya sih itu termasuk darahnya yang sampai panjang. Tapi masih banyak katanya lagi😀.

Pagi sebelum pulang
Pagi sebelum pulang
Jherat Lanjeng
Jherat Lanjeng
Jherat Lanjeng sepanjang 12 meteran :o
Jherat Lanjeng sepanjang 12 meteran😮
Ujung dari Pantai Jherat Lanjeng
Ujung dari Pantai Jherat Lanjeng

Dan usai sudah petualangan kita bersepuluh, kita dianter Pak Riri dari BT ke pelabuhan menunggu kapal berangkat. Eits, tapi saya dan Mbak Martha tidak ikut pulang, haha.. ada misi lagi di Bawean yang belum terselesaikan, hehe, next episode aja nulisnya. Untuk rincian paketannya juga di episode berikutnya🙂 Selamat malam :*

18 thoughts on “BAWEAN (Surganya Gresik)

  1. Mantappp banget! Lihat terumbu karangnya jadi pingin nyemplung. Trus alun-alunnya udah happening banget yah, ada live musik beneran tuh? Oh iya ttg sampah, pengelolaan sampah di Pulau Bawean udah tergolong bersih belum, bro?

  2. Haha iya, ikannya gk banyak tapi lumayan ko, bintang laut biru juga ada. Itu pas malem minggu memang ada live accoustic disana, kemarin lagu-lagu jadul gitu tapi kereennn.. Kalau sampah, ada sisi yang bersih tapi ada juga yang masih kotor. Mayoritas udah bersih bro. Tempat terakhir saya pas liat sunrise hari terakhir itu tumpukan sampah semua, haha.. tapi view sunrise cakep banget (next episode :D)

  3. Mantap banget panoramanya Mas! Keren permainan warna Tuhan di sana, sesuatu yang tak seberapa jauh dari Jawa tapi pemandangan yang disuguhkan itu sangat-sangatlah berbeda :)).
    Rusa Bawean membuat ingat dengan penemunya, Heinrich Kuhl :hehe. Ah, semoga suatu hari nanti saya bisa dapat kesempatan tandang ke sana, kalau ada yang mengajak atau mau diajak :hihi.
    Nice story you have here, Mas! Top!

  4. Iya tuh mas Gara, Bawean harus jadi list destinasinya.. kerenn soalnya. Kalau tandang kesini sebaiknya 1 rombongan aja, minimal 5/ 6 orang gitu supaya lebih hemat dan asik😀..

    thanks ya mas🙂

  5. i don’t know… maybe you’re getting obsessed with ‘kamu’ and kiss icon thingy. i saw anywhere on your post. hahahahaha #salahfokus #soalceritadanfotogausahdiragukanlagisoalnya

    keep it up, bro!

  6. Salam kenal mas Sadam, saya Hotler dari Jakarta. Mas sadam, bolehkah kita menggunakan salah satu foto rusa baweannya? ada sebuah perusahaan yang mengangkat ttg satwa langka di sekitar jawa dan kalimantan dalam kalender mereka tahun 2016, dan mereka minta memasukkan rusa bawean. Mohon kabarnya ya, terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s