5 Kota dalam 2 Hari #SemarSoKaJoLang

Hari Jumat malam, kereta Matarmaja mengantarkan saya menuju Stasiun Semarang Poncol. Perjalanan 6 jam itu terasa lama sekali karena saya dapat jatah kursi yang nanggung yaitu berada di tengah-tengah kursi (?), haha.. Sampai di Semarang sekitar pukul 2 pagi, saya langsung menuju hotel Olympic, lokasinya cukup dekat dengan stasiun. Disana sudah ada Happy yang tiba duluan. Sampai di hotel saya langsung menyempatkan tidur sebentar sebelum menyantap sahur dari hotel.

Pukul 06.00 WIB kita memulai perjalanan ini. Tujuan pertama yaitu Kawasan Kota Lama Semarang. Dari hotel naik becak dengan membayar Rp15.000. Kita turun di Gereja Blenduk Semarang, sejenak kita mengabadikan uniknya Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah ini (wikipedia). Setelah itu menuju Gang Lombok, niatnya sih saya mau membungkus beberapa lumpia khas Semarang yang sudah tersohor itu, tetapi karena hari itu masih pagi, jadinya kita hanya lewat, haha… Kita juga melewati Klenteng Sam Po Kong yang di depannya tergeletak miniatur kapalnya Laksamana Cheng Ho.

Menyambut sang fajar di Semarang *bukan kaos promosi #lol*
Menyambut sang fajar di Semarang *bukan kaos promosi #lol*
Gereja Blenduk Semarang
Gereja Blenduk Semarang
Berpose di depan Gereja Blenduk
Berpose di depan Gereja Blenduk
Salah satu sudut kota lama dengan kabel-kabelnya
Salah satu sudut kota lama dengan kabel-kabelnya
Laksamana Cheng Ho
Laksamana Cheng Ho
Replika perahu di depan Sam Po Kong
Replika perahu di depan Sam Po Kong

Pukul 07.30 WIB kita menuju Lawang Sewu dengan naik becak kesana cukup Rp20.000 saja, lumayan karena masih pagi jadi udaranya masih seger. HTM Lawang Sewu Rp10.000, jam bukanya yaitu pukul 07.00-21.00 WIB. Karena keterbatasan waktu akhirnya kita berkeliling cukup sebentar saja, belum sempat masuk ke setiap sudut ruang yang ada di Lawang Sewu ini (bisa jadi alasan untuk ke Semarang lagi, haha).

Salah satu bangunan di lawang sewu
Salah satu bangunan di lawang sewu
Gedung-geung di lawang Sewu
Gedung-geung di lawang Sewu
Banyaknya jumlah pintu di Lawang Sewu
Banyaknya jumlah pintu di Lawang Sewu

Pukul 09.00 kita beranjak keluar, menuju Solo. Terlebih dahulu kita naik bus menuju Terminal Terboyo, tiketnya Rp8.000. Sampai di Terboyo kita mencari bus jurusan Solo, yang direkomendasikan yaitu bus Safari atau Taruna. Karena Taruna tiba lebih dahulu kita langsung naik dengan membayar Rp.20.000. Untuk kondisi busnya lumayan bagus, ber-AC dan kursinya juga empuk. Kurang lebih 3 jam perjalanan kita akhirnya sampai di Solo. Menuju Terminal yang paling terkenal semenjak masa kecil yaitu Terminal Tirtonadi, iya, bisa ngerti karena Pak Didi Kempot pernah menyanyikan lagi sendu tentang terminal ini, haha… Pantas saja terminal ini terkenal karena terminalnya memang sudah bisa dibilang modern, luas dan tertata, walaupun kemarin masih di rehab. Sampai disini kita langsung mencari bus jurusan Karang Pandan. Yang direkomendasikan yaitu bus Rukun Sayur, tarifnya Rp7.000 saja. Perjalanan menuju Terminal Karang Pandan kurang lebih 1,5jam. Sampai disana kita mencari minibus/ angkot menuju Nglorok dengan tarifnya Rp3.000. Sampai di Nglorok kita langsung mencari ojek untuk menuju Sukuh. Karena alternatif kesana ya hanya naik ojek ini, ada 1 lagi alternatif tapi tidak saya rekomendasikan, yaitu jalan kaki, karena jalannya curam walaupun tidak begitu jauh, tapi menurut saya jauh juga, hahaha..

HTM Candi Sukuh Rp3.000, setibanya disana kita langsung mencari masjid dahulu, solat dhuhur. Serius, solat disana rasanya begitu tenang, adem, ayem, tenterem, damai, ahh.. (agak lebay :D). Setelah solat kita langsung masuk Candi. Sore itu lumayan ramai juga pengunjungnya. Jumlah turis domestik malah kalah sama turis mancanegara, hehe.. Candi Sukuh merupakan candi yang unik, adanya lingga dan yoni yang jelas sekali terukir disana. Ada juga arca yang menurut saya erotis, cuma kepalanya sudah hilang, hehe. Kesan saya berada disni, seperti memasuki kartun doraemon di episode suku maya. Hahaha, mirip mirip sedikit. View di sekitar candi ini juga sangat indah, karena lokasinya yang berada pada ketinggian 910 mdpl. Udaranya pun juga sangat segar, begitu menenangkan diri. Menjadi destinasi wajib bagi kalian semua pecinta candi😀.

Gapura depan di Candi Sukuh
Gapura depan di Candi Sukuh
Lingga dan Yoni
Lingga dan Yoni
Beberapa cuplikan cerita masa lalu
Beberapa cuplikan cerita masa lalu
Berpose di depan candi Sukuh
Berpose di depan candi Sukuh
Teras ketiga di candi Sukuh
Teras ketiga di candi Sukuh
Pelataran Candi Sukuh tampak dari atas
Pelataran Candi Sukuh tampak dari atas
Yeah, berada di pucuk pucuk | talent: @mrHepi
Yeah, berada di pucuk pucuk | talent: @mrHepi
View di sekitar Candi Sukuh
View di sekitar Candi Sukuh

Sebenarnya dekat dengan Candi Sukuh ini ada Candi Cetho, tapi karena kita mengejar waktu yang semakin sore, dan kita harus berada di terminal Karang Pandan maksimal pukul 17.00 WIB, maka kita menyudahi perjalanan kita di Nglorok ini. Perlu diketahui bahwa untuk menuju Solo dari terminal Karang Pandan, bus-nya hanya beroperasi sampai jam 5 sore. Konsekuensi kalau tidak dapat bus lebih baik menginap di penginapan dekat dengan Candi saja atau di kebun teh nya, karena lokasinya yang enak dan nyaman.

Tiba di Solo lagi tepatnya di terminal Tirtonadi sekitar pukul 17.00, kita langsung mencari bus jurusan Jogjakarta. Dengan menaiki bus Sumber Kencono kita meluncur dan buka puasa pun di dalam bus, dengan minum yang sudah dibeli di terminal Karang Pandan tadi kita membatalkan puasa. Alhamdulillah… Sekitar pukul 19.00 WIB kita sampai di Jogja, berhenti di daerah Janti untuk menunggu sepeda motor yang telah kita booking di tempat persewaan motor Transmojo. Di persewaan Transmojo, bisa antar jemput sepedanya asal masih dalam kota, jadi tidak perlu bingung lagi memikirkan pengambilan dan pengembalian sepedanya. Setelah transaksi sewa-menyewa kita langsung menuju House of Raminten, buka puasa sekalian kulineran Jogja.

Puas menyantap makanan kita langsung menuju hotel di daerah Malioboro yang sudah kita booking seminggu sebelumnya, yaitu The Cabin Hotel. Budgetnya sangat sesuai untuk para backpackers, hotel ini sudah seperti hostel hostel yang pernah saya kunjungi. Rekomended lah. Selesai mandi kita langsung menuju jalan Malioboro, tujuan utama yaitu nasi Kucing di angkringan depan Stasiun Tugu. Selesai mengangkring, kita menyudahi kegiatan malam itu dan istirahat.

Jam 3 pagi kita berangkat lagi menuju Punthuk Setumbu. Sebuah bukit yang berada di dekat Candi Borobudur untuk melihat sunrise yang katanya mbah gugel bagus. Berangkatlah kita pagi-pagi itu, kita sahur di circle-K di 1/5 perjalanan, sahur seadanya dengan roti pisang dan susu. Kita juga mengajak 1 teman lagi, Dhika yang memang rumahnya dekat. Sampai di Punthuk Setumbu ternyata disana sudah ramai, satu per satu orang berdatangan, lagi-lagi turis mancanegara mendominasi, hehe.. Di sana juga tersedia musholla dan toilet. Selesai solat saya langsung naik keatas. Dan kabut oh kabut, begitu tebal. Sudah pukul 05.30 tapi matahari masih malu-malu hingga pukul 06.00 pun masih mendung, ohh, ya sudahlah, memang suatu saat harus kembali lagi kesini, haha.. Dan gerimis pun datang, kita akhirnya menunggu sebentar sampai reda. Sampai pukul 07.00 WIB masih saja gerimis, kita memutuskan untuk pulang. Hati-hati tracking di Punthuk Setumbu ini karena jalannya licin. HTM di Punthuk Setumbu ini Rp.15.000. Oh ya, HBD Happy, tepat hari Minggu kemarin dia berulang tahun😀

Pintu masuk Punthuk Setumbu
Pintu masuk Punthuk Setumbu
gagal sunrise #gak ada objek
gagal sunrise #gak ada objek
Gagal mengejar matahari :D
Gagal mengejar matahari😀
HBD Happy ^,^
HBD Happy ^,^

Kembali lagi ke Jogja… Jam 9 pagi kita sampai di hotel, dan tertidurlah saya karena memang sudah ngantuk berat. Bangun-bangun sudah jam 11, haha.. Kita bersiap-siap check-out dan melanjutkan perjalalan kembali. Tujuan pertama yaitu membeli oleh-oleh khas Jogja, bapkia. Tidak seperti sebelum-sebelumnya, kita membelinya di Bakpia Kurnia Sari, asing memang, tapi di internet ternyata bakpia ini terkenal. Dan memang rasanya enak tenan, kulitnya begitu empuk, isinya juga begitu enak. Agak jauh sih memang dari Malioboro, tapi diajmin tidak menyesal kalau beli disini.

Tujuan berikutnya yaitu Taman Sari. Tempat yang digunakan untuk mandi para permaisuri Sultan Hamengkubuwono. Tempat ini sangat bersih tapi sayang banyak aksi vandalism pada bangunan dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab, haha… Masih di kompleks Taman Sari juga kita beranjak menuju Pulau Cemeti, ini bukanlah merupakan sebuah pulau melainkan sebuah bangunan tua, yang sudah tidak beratap, arsitekturnya yang unik dan klasik dengan ciri khasnya seperti di Taman Sari.

Salah satu gerbang menuju Taman sari
Salah satu gerbang menuju Taman sari
Taman Sari
Taman Sari
look down | talent: @mrHepi
look down | talent: @mrHepi
Pulau Cemeti
Pulau Cemeti
Sisi lain Pulau Cemeti
Sisi lain Pulau Cemeti

Selesai dari Taman Sari kita menuju Jalan Malioboro, suasana malioboro sore itu sudah mulai ramai, kita melihat-lihat apa saja yang ada disana, tentunya juga mencari tempat berbuka puasa, karena saya sudah lemas, haha (padahal udah tidur 2 jam-an). Dan kita berbuka di Mak Mak Thai Street Food yang ada di mall malioboro. Sebenarnya kita pengen makan masakan khas Jogja tapi berhubung waktu sudah mepet dan kuliner Jogja kebanyakan berada di luar malioboro jadinya kita makan di situ. Alhamdulillah magrib pun datang.

Ternyata kunjungan saya di Jogja harus segera diakhiri karena jam sudah mendekati keberangkatan kereta kita masing-masing. Kita menuju ke Stasiun Tugu, lalu mengembalikan sepeda yang kita sewa kemarin. Dan, si hepi pun pulang duluan, kita kembali ke kota tercinta masing-masing. Saya diantar Malioboro Express menuju Kediri, dan Senin sudah menanti, hahaha..

Thanks Happy, Dhika, thanks Semarang, thanks Solo, thanks Karanganyar, thanks Jogja, thanks Magelang :D

5 thoughts on “5 Kota dalam 2 Hari #SemarSoKaJoLang

  1. kemarin gagal mulu posting komen ini dicoba komen lagi ah… hehehe

    terima kasih ya, je…
    ayo kapan-kapan kita bikin cerita lagi hehe
    ini fotonya bagus-bagus deh, jos!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s