Ongakan, Tempat tak Terduga

Saya       : “Mas dp bb ne samean ko apik iku nangndi?”

Mas Hari : “Ongakan, daerah Besowo”

Saya      : “Wah, keren banget yo!”

Mas hari : “Ayo kapan-kapan dolan mrono!”

Berawal dari pesan itulah keingan saya mengunjungi Ongakan. Saya tertarik karena lokasinya yang tidak jauh dari rumah saya di Kasembon dan namanya yang masih asing di telinga. Dan pastinya Ongakan ini masih belum banyak terjamah oleh tangan-tangan usil manusia.

Markintip (mari kita intip) sebentar mengenai Ongakan oleh bbksdajatimwil1.wordpress.com. Cagar Alam Besowo Gadungan atau yang lebih ngetrend disebut Ongakan adalah cagar alam yang terdapat di desa Besowo Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Cagar alam ini memiliki luas kurang lebih 7 ha. Topografinya berada pada ketinggian ±525 mdpl. Pada bagian timur memiliki topografi datar dengan lebar 75-100 m yang membujur dari utara ke selatan 450 m. Sedangkan di bagian barat agak curam sampai curam dengan kelerengan 60-80 %, dan lebar lereng antara 60-75 m dengan panjang 520 m. Struktur geologinya terdiri atas jenis batuan kuartier muda yang berasal dari batuan vulkanik. Sedangkan jenis tanahnya merupakan tanah regosol dan latosol yang terbentuk dari bahan induk batu bekuan basis dan intermedier. Jadi ternyata dekat rumah saya ada yang namanya Cagar alam juga, haha (bener-bener baru ngeh).

Minggu pagi, dengan menaiki motor bebek dan matic, saya, Mas Hari dan Mas Kholil berangkat menuju Ongakan. Tidak perlu menempuh perjalanan panjang, hanya kurang lebih 30 menit kita sudah bisa sampai di lokasi. Kalau belum pernah kesini kita akan merasa kesulitan menemukan tempatnya, harus bertanya sana sini karena memang belum ada petunjuk yang jelas tentang keberadaan cagar alam ini. Saya kurang begitu paham sebenarnya cagar alam ini bisa dimasuki siapa saja atau hanya orang-orang tertentu. Tetapi karena ternyata banyak warga yang sering mencari rumput dan pakis di sana jadi saya pergi kesana dengan niat menikmati suguhan Tuhan yang luar biasa itu dan tidak sedikitpun akan mengotori dan merusak isinya. Ya ya ya..

Begitu memasuki Ongakan, udara yang segar menyapa hidung saya, rasanya begitu adem sampai ke hati, hehe.. Tidak berselang lama, saya benar-benar takjub dengan Mahakarya Tuhan ini. Mata saya tidak akan pernah lelah melihat ribuan pohon pinus yang sedang gosong. Haha, iya, gosong, akibat dampak erupsi Gunung Kelud Februari kemarin. Walaupun gosong tapi justru itulah istimewanya tempat ini, daunnya sudah kering tapi mungkin beberapa bulan lagi sudah bisa kembali hijau, karena pohon pinus ini belum mati. Udara di sini pun benar-benar segar, sejuk.. Saya beberapa kali juga menjumpai warga sekitar yang mencari rumput.

Memasuki hutan pinus gosong
Memasuki hutan pinus gosong
Hanya kagum
Hanya kagum
Genteng yang lubang-lubang karena erupsi
Genteng yang lubang-lubang karena erupsi
Bapak-bapak narsis yang minta di foto, haha
Bapak-bapak narsis yang minta di foto, haha

Tidak berselang lama, kita sudah sampai di tempat yang lapang untuk parkir sepeda motor. Dan saya heran, ternyata di atas sini ada juga penjualnya, haha.. Ntah itu sudah ijin petugas cagar alamnya atau belum. Yang jelas saya belum menjumpai sampah disana. Alhamdulillah… Pemandangan di atas sini juga tidak kalah kerennya dari pinus gosong tadi. Dari ketinggian ini saya bisa melihat Gunung Kelud yang benar-benar tandus dengan warnanya putih keabu-abuan. Keren banget lah viewnya, ditambah lagi dengan udara khas pegunungan yang benar-benar segar. Setelah puas menikmati suguhan alam ini, kita memutuskan untuk pulang kembali ke rumah dengan membawa memori indah Ongakan.

Mas Hari, Mas Kholil
Mas Hari, Mas Kholil
Ini lho ada penjualnya
Ini lho ada penjualnya
2 bambu
2 bambu
Gradasi gunung dan gunung
Gradasi gunung dan gunung
See? Gunung Kelud yang masih putih keabu-abuan
See? Gunung Kelud yang masih putih keabu-abuan
Ini nih, puncaknya Ongakan ±525 mdpl
Ini nih, puncaknya Ongakan ±525 mdpl
Salah satu view dari puncak
Salah satu view dari puncak

Semoga Cagar Alam Besowo Gadungan ini keasriannya tetap terjaga, keindahannya tetap terawat, dan jauh-jauh deh dari tangan jahil. Kalau pun sudah ramai dikunjungi semoga tidak akan ada yang kurang dan lebih sedikit pun dari isi cagar alam ini (sampah dan sejenisnya). Ingat, sesuatu yang indah memang diciptakan untuk dinikmati asal bertanggung jawab. Terima kasih.

Buat foto prewed nanti, tapi pinusnya bakal udah hidup, haha | Mas Hari's shoot
Buat foto prewed nanti, tapi pinusnya bakal udah hidup, haha | Mas Hari’s shoot

14 thoughts on “Ongakan, Tempat tak Terduga

  1. keren bro tempatnya, mestinya tempat seperti itu perlu dibenasi sarana prasarana serta infrastruktur sehingga patut dijadikan objek wisata alternatif di kab.malang
    infonya bagus bgt terus menulis ya bro🙂

  2. Maaf bro meluruskan.. itu di kab kediri bukan malang.. iya sih perbatasan malang sama kediri.. hehe..
    Kalo infrastrukturnya dibenahi kyknya jngn dlu deh.. orang2 masih belum siap.. takutnya akan banyak tangan2 jahil.. mending statusnya tetap sbg cgar alam tp bisa dikunjungi sp saja yg udh mndpt ijin.. harus tracking gk boleh bawa kendaraan.. dan peraturan ttg membuang sampah dan sebagainya harus dipertegas.. kmrn kita pas kesana gak keliatan petugas soalnya.. hehe.. tp makasih dah mampir..

  3. pancen apik mas, sayang saiki wes akeh pengunjung dadine gak apik, biasa lah.. sampah plastik uakeh..
    plus bocah” sng sok”an touring gae spda mtor trail..
    bukane njogo potensi daerahe, malah ngrusak..
    slam kenal aku bcah Mlancu, Kandangan

  4. nah yo kui mas.. aku sebulan yg lalu mrono maneh.. dan benar.. sampah sudah mulai nampak.. aksi vandalism juga semakin banyak.. weleh2.. pie gak bakal apik nek masih banyak yang kurang peduli.. salam kenal juga mas widodo, swun wes mampir🙂

  5. kalo dari arah pare (pasar sapi) kamu ke arah siman Dan.. Nanti setelah melewati Siman kamu lurus aja ke arah desa Besowo. Tempatnya memang agak susah, nanti gang masuknya itu kiri jalan yang ada pos RT nya (gak ada petunjuk yang lebih jelas), kalo sudah di desa besowo lebih aman tanya warga aja. tanya ongakan/ cagar alam besowo gadungan.

  6. untuk jalur menuju ke puncak bagaimana kak ?? tetap bisa pakai sepeda montor atau harus jalan kaki ??
    mohon info🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s