Mengintip Surga Kecil di Tulungagung

Selasa, 12 Maret 2013 saya berkesempatan mengunjungi 2 pantai “perawan” yang berada di Kabupaten Tulungagung. Tawaran itu datang oleh ajakan sahabat-sahabat saya, Happy dan Fahmi beserta Mas Ridho, Iwan, dan Zaenur. Tentu saja, saya tidak akan melewatkan kesempatan emas tersebut mengingat sudah 3 bulan lebih saya tidak jalan-jalan ke pantai. Ditambah lagi, destinasi pantai-pantai tersebut benar-benar bersih dari tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.

Berada di Dusun Ngelo, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (37 km dari kota Tulungagung).  Pantai Ngalur dan Pantai Sanggar ini masih susah diakses oleh masyarakat luas. Kondisi jalan yang kita lalui cukup sulit karena jalannya sudah banyak yang rusak dan naik turun tanjakan. Ditambah lagi tidak adanya petunjuk yang jelas tentang keberadaan pantai ini, benar-benar masih jauh dari jangkauan manusia-manusia jahil, hehe..

Sekitar 6 km sebelum pantai, kita memarkir sepeda motor di rumah mbah warga sekitar. Lalu kita melanjutkan perjalanan dengan ber-tracking ria yang bisa ditempuh dalam waktu +/- 40 menit. Walaupun sebenarnya kita bisa menggunakan sepeda motor untuk bisa sampai di bibir pantai, tapi kita berjalan kaki karena waktu itu diantara kita tidak ada yang tahu kalau ternyata bisa menggunakan sepeda motor. Tetapi walaupun bisa naik sepeda motor kondisi jalannya sangat bahaya dan sempit. Hikmahnya tidak menaiki sepeda motor yaitu di sepanjang perjalanan, kita banyak disuguhi pemandangan yang bagus, hijaunya pepohonan, birunya langit dan segarnya udara, hhee..

ini nih, salah satu view saat tracking
ini nih, salah satu view saat tracking

s_info: Hal yang unik saya temui disini adalah banyaknya warga yang menanami padi di dataran tinggi yang mempunyai kemiringan 30-45 derajat. Menurut saya hal itu susah dilakukan karena lokasi yang miring dan pastinya susah air.

tanaman padi dengan kondisi tanah miring
tanaman padi dengan kondisi tanah miring

Dan… this is it.. Pantai Ngalur dengan biru jernihnya air, putihnya pasir, dan gemuruhnya suara ombak, benar-benar bersih dari sampah. (Untuk HTM masih gratis lho)

Tulungagung punya nih
Tulungagung punya
dreamland nya Tulungagung nih
dreamland nya Tulungagung nih
LOVE it ( Happy shoot)
LOVE it ( Happy shoot)
Explore Indonesia Through Instanusantara (proud of @Instanusantara) | Happy shoot
Explore Indonesia Through Instanusantara (proud of @Instanusantara) | Happy shoot
keong tak berpenghuni
keong tak berpenghuni
View apikkkk di pantai Ngalur
View apikkkk di pantai Ngalur
celana @mrHepi cocok banget sama birunya pantai
celana @mrHepi cocok banget sama birunya pantai
(dari ki-ka) Fahmi, Zaenur, Mas Ridho, Happy)
(dari ki-ka) Fahmi, Zaenur, Mas Ridho, Happy)

Setelah puas menikmati keelokan Pantai Ngalur kita beranjak menuju Pantai Sanggar yang berada persis disamping barat Pantai Ngalur, cukup dengan melewati tebing kecil untuk menuju Pantai Sanggar. Kalau kondisi air sudah surut kita tidak perlu naik tebing lagi karena bisa melewati karang-karang yang sudah tidak tergenang air.

nemu anak lokal sedang asik berenang walaupun ombaknya gede
anak lokal sedang asik berenang walaupun ombaknya gede
banyaknya batuan karang di pantai Sanggar
banyaknya batuan karang di pantai Sanggar
Ujung pantai sanggar
Ujung pantai sanggar
ombak yang cukup besar dilihat dari ujung pantai sanggar
ombak yang cukup besar dilihat dari ujung pantai sanggar
posisi paling pewe, tiduran sambil menikmati view indah di depan mata
posisi paling pewe, tiduran sambil menikmati view indah di depan mata.. ajib bener..
kondisi apik pantai Ngalur sewaktu surut
kondisi apik pantai Ngalur sewaktu surut

Perbedaan kedua pantai yang bersebelahan ini adalah pada kondisi pasir dan bebatuannya. Kalau di pantai Ngalur kondisi pasirnya putih dan jarang kita jumpai batu-batu karang. Tetapi di Pantai Sanggar akan kita temukan pasir putih dengan sedikit campuran pasir berwarna hitam dan banyak batu-batuan karang yang besar-besar. Secara keseluruhan nilai perbandingan untuk kedua pantai ini adalah 10 : 10, sama-sama bagusnya.

Puas bermain di kedua pantai ini kita memutuskan pulang kembali menuju rumah dengan membawa banyak sekali oleh-oleh foto dan secuil kenangan manis dari pantai “perawan” Tulungagung, hehe…

Pesan kepada saudara-saudara sekalian, marilah mulai dari diri sendiri menjaga kelestarian alam sekitar. Suatu tempat akan indah jika dijaga dan dirawat dengan baik. Saya sebenarnya masih ragu-ragu untuk memposting artikel ini karena khawatir kalau pantai ini diketahui masyarakat luas, keelokan pantai mungkin bisa berkurang jika ada tangan-tangan manusia jahil yang tidak bertanggung jawab. Tetapi disisi lain, kita juga harus menunjukan kepada orang-orang bahwa memang keajaiban alam Indonesia itu tidak ada habisnya. Dan kita harus bangga mempunyai alam yang benar-benar indah.

Bukankah suatu tempat yang indah itu memang diciptakan untuk kita nikmati dengan sikap yang bertanggung jawab🙂

28 thoughts on “Mengintip Surga Kecil di Tulungagung

  1. Memang ‘sanggar’ banget pasir pantainya!
    Suka paragraf terakhirnya dan itu juga misi saya dalam memberi arahan ke pejalan lain…Semoga semua pembaca HARUS sadarrr dan ikut serta dalam menjaga semua tempat indah di Indonesia, agar bisa selalu indah sampai anak-cucu bahkan buyut kita kelak… Cheers…

  2. Kyaaaaa terima kasih sudah berbagi serpihan surga di kampung halamanku dalam artikel blogmu.

    Bener banget, justru yang perlu digarisbawahi adalah paragraf terakhirmu, sehingga kita para pembaca juga ingat untuk menjaga alam kita supaya kita juga tetap bisa menikmati keindahannya.

    It’s a great article, so what’s next?😉

  3. seandainya Indonesia punya ‘pasukan’ khusus penjaga pantai seluruh Indonesia gitu keren pastinya ya? mental orang kita kebanyakan adalah ‘tengok kanan-kiri ngeliat ada yang ngawasi enggak’, kalo enggak ada yg ngawasi maka kejahilan berarti akan dapat lampu ijo.

    makanya, ntr kalo saya jadi presiden, saya akan punya misi menjaga pantai seluruh Indonesia, baik yg sudah diperawani, maupun yang masih perawan lengkap dengan fasilitas utk pengawasan. Hehehe *ini saya ngasih saran atau nggedabrus sih ya? hwehehe*

  4. Nice artikel mas, kebetulan hobby explore pantai2 indah di Jawa. Jadi pengen kesana juga,,,,jalurnya bisa ditempuh dengan mobil tidak mas? disana apakah ada penginapan? karena domisili saya di surabaya

  5. maaf baru balas mbak Nazerita.. bisa tapi nanti tetap pada akhirnya mobil harus parkir di kejauhan sebelum pantai.. disana belum terjamah oleh pemda jadi belum disiarkan sebagai pantai wisata dan belum terdapat penginapan juga tidak ada pintu masuk selamat datang di pantai sanggar atau ngalur, htm nya free.. bener-bener masih bersih ko.. tapi kurang tau juga kondisi saat ini.. makasih sudah mampir🙂

  6. belum tau mas Natan, tapi dilihat dari kondisinya bisa buat camp tetapi disana sangat jauh dari perkampungan warga, jadi harus sangat berhati-hati..

  7. awal november 2013 ane kesini gan. jalannya udah dibuka. meski sederhana, tapi motor udah bisa sampek pantai. udah ada papan2 petunjuk arahnya juga.

  8. iya gan, aku september juga kesana lagi.. jalannya udah enakan, tapi ada beberapa sampah yang bikin kurang wow lagi.. yah walaupun masih bagus sih..

  9. Gan, saya bareng temen2 rencana mau camp di pantai buat ngisi liburan akhir tahun,,, tapi masih minim info tentang pantai sanggar… butuh pencerahan
    kira-kira sekrang sudah ada retribusinya blm ya gan? terus air tawar deket pantai ada gk?

  10. udah ada retribusinya gan, akses jalan udah banyak papan petunjuknya.. kalo nyari air tawar ane krg tau, tp tiap sabtu minggu dsana sudah ada penjual..

  11. kalau bawa mobil aksesnya masih susah, harus tracking krg lbih 30menit, sekitar 5-6 km.. kalo sepeda motor sekarang sdh bisa dilewatin sampe parkiran deket bibir pantai.

  12. jalur mobil belum ada, jadi nanti mobil di parkir di jalan di rumah penduduk desa sana. setelah parkir harus tracking kurang lebih 30-45 menit.. kalau ada keluarga disana lebih enak, ada guide nya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s