The Amazing Sempu

Sempu adalah nama sebuah pulau kecil di Malang Selatan, yang masih berada di kawasan pantai Sendang Biru, Malang, Jawa Timur. Pulau seluas 877 hektar ini mempunyai berbagai pesona alam yang sangat indah dan belum terjamah oleh banyak manusia. Oleh karenanya, Pulau Sempu merupakan salah satu impian perjalanan vacation saya, hahaha😀.

Sabtu subuh tanggal 7 Juli 2012 saya bersama rombongan teman seperjuangan berencana berangkat menuju Sempu, tapi pada waktu itu dikarenakan banyak hal jadilah kita berangkat pukul 07.00 WIB. Berangkat dari kantor, kita membawa segudang perlengkapan untuk bisa survival di Sempu selama semalam. Semalam? Hhahha.. Saya dibonceng Anta dengan membawa barang bawaan yang lumayan berat, satu set tenda lipat. Ditambah dengan barang keperluan pribadi yang lebih berat, ada ribuan mililiter air mineral dan ribuan gram bekal, wkwkkw..

Sekitar pukul 09.30 kita mampir di sebuah warung soto, namanya Soto Daging Sedayu, berlokasi di Turen, berdekatan dengan Pabrik Gula Turen. Pesanlah saya satu porsi soto daging dengan satu teh anget. Untuk rasa soto ini lumayan lah, enak dan sangat mengenyangkan perut #bisa dicoba lagi. Setelah makan kita melanjutkan perjalanan lagi, dan akhirnya kita sampai di Pantai Sendang Biru pukul 11.00 WIB.

Untuk HTM masuk ke Pantai Sendang Biru kita berombongan dikenakan 50.000. Setelah urusan karcis selesai, kita menuju parkiran dan sebelum menyeberang ke Pulau Sempu, terlebih dahulu ketua rombongan saya meminta izin untuk pergi ke Sempu. Untuk biaya administrasi dikenakan 30.000. Dan setelah mengantongi izin, saya dan Afkar membeli makan siang terlebih dahulu untuk dibawa ke sana. Berhubung saya tidak memakai sandal gunung, dan tidak membawa sepatu, akhirnya saya menyewa sepasang “sepatu anti licin” di sebelah tempat perizinan. Sepasang sepatu dikenakan harga 10.000 saja. Setelah dirasa persiapan untuk berangkat ke medan tempur selesai, kita langsung menuju kapal pribadi kita (kapal nelayan yang antar jemput) dimana sudah di booking di tempat perizinan tadi dengan tarif 100.000 untuk sekali antar dan jemput.

Satu per satu kita naik, berdusel-duselan supaya kapalnya muat. Dan mesin kapal pun nyala, jreng jrenggg.. Naik kapal ini serasa kita berada di columbus-nya Jatim Park 1, haha, tapi gak seekstrem itu sih. Kurang lebih 10 menitan kita sampai di Pulau Sempu (hooreeeee senangnya dalam hati). Titik awal kita yaitu di Tanjung Semut, dimana kapal kita bersandar. Sebelum kapal meninggalkan terlebih dahulu kita memastikan kepada nahkoda, lebih tepatnya Bapak Nelayan kapal 08, bahwa besok pagi kita akan dijemput di sisi. Dan saling bertukar nomor handphone, supaya mudah untuk menghubungi. Perlu diketahui bahwa di Sempu ini susah sekali mendapat signal operator celular, jadi bersiap-siaplah untuk escaped from the world, haha..

salah satu view di pantai Sendang Biru
satu perahu diisi 13 orang

Pukul 11.20 kita memulai trekking. Tujuan kita adalah Segara Anakan yaitu sebuah laguna dengan dikelilingi karang-karang yang curam dan tinggi, usut cerita baguuussss banget tempat ini. Tapi kita juga harus bersusah payah terlebih dahulu menuju Segara Anakan karena trekking untuk kesana membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam pada musim kemarau (tidak ada hujan sehingga jalan tidak licin), atau juga bisa sampai 4 jam karena pada musim penghujan (jalan sangat becek dan susah untuk dilewati). Di awal-awal trekking saya masih semangatt 45, tapi mulai ¼, ½, dan ¾ perjalanan saya sudah berlinangan keringat, haha, medannya naik turun naik turun dan bawa bekal yang berat pula. Sesekali kita juga istirahat sejenak menghilangkan dahaga.

rehat sejenak melepas dahaga

Taramm setelah sejam trekking, mata saya berbinar binar melihat ada sesuatu yang berkilauan hijau dengan suara ombak yang samar-samar jelas (??). Keindahan Segara Anakan pun sudah terpotret jelas di kedua bola mata ini. Angin yang sepoi-sepoi, ombak yang tidak besar, pasir yang putih dan air yang jernih serta karang-karang yang banyak ditumbuhi pepohonan membuat Segara Anakan sangat istimewa😀. Kita pun mencari-cari tempat yang nantinya akan kita buat mendirikan tenda. Setelah dapat tempat, langsung deh kita mendirikan tenda, menjemur sleeping bag, dan istirahat setelah 1 jam perjalanan trekking. Lalu kita membuka bekal yang sudah dibeli di Sendang Biru tadi. Walaupun menunya sederhana tapi rasanya luar biasa, mungkin karena susasana yang mendukung juga, hehe..

sleepingbag yang di jemur
Segara Anakan

Di Segara Anakan ini ada sisi tebing dimana kita bisa melihat samudera Hindia dengan bebas, dan cerita dari temen-temen yang sudah pernah kesini, kalau kita beruntung kita juga akan menjumpai sekumpulan lumba-lumba. Namun sayang saya tidak menemukan adanya tanda-tanda kehidupan dari mamalia air yang cerdas itu. Walaupun tidak menjumpai lumba-lumba tapi saya sangat menikmati view di sisi tebing itu, ombak yang besar banget, suaranya pun keras menderu-deru, lalu deretan tebing yang panjang, air yang biru, dan ombak yang bertubrukan dengan tebing terlihat sangat bagus, putih bersih, seperti mutiara-mutiara cair (??).

tampak samudera Hindia (mahjid collection)
Tebing di sore hari (ms.cafid collection)

Selesai menikmati sisi tebing, rasanya kurang afdol kalau tidak bercumbu dengan air dan isi didalamnya, hehe.. Walaupun matahari terik tetapi airnya dingin banget. Saya dan temen-temen renang kesana kemari, ciprat-cipratan (kayak di film-film india gitu, wkwkwk).

*s_tips: kalau berenang di Segara Anakan lebih baik memakai alas kaki/ fin karena jumlah karang disini sangat banyak. Di laguna ini kedalamannya juga tidak terlalu dalam jadi kalau membawa peralatan snorkle pasti feel nya lebih terasa J. Disini ada larangan yang tidak boleh dilanggar oleh pengunjung yaitu tidak boleh mendekati bahkan memanjat “jendela samudera”. Saya namakan jendela samudera karena bentuk karang ini yang unik, bolong di tengah, dan bolongan ini lah yang menjadi salah satu penyebab berkurang dan bertambahnya volume air di Segara Anakan. Tempat ini dilarang untuk didekati karena memang karangnya yang sangat tajam dan ombak di luar jendela sangat besar.

Jendela Samudera
bermain di laguna yang surut

*s_info: pasang surut di Segara Anakan menurut saya aneh karena selama saya berada di sana, dalam sehari bisa ada 2 kali surut dan 2 kali pasang. Jadi siang hari pasang, lalu sorenya surut, terus di malam hari pasang lagi, dan di pagi hari surut. Sewaktu air surut, jumlah volume air di sini bisa hanya menyisakan 1/8 dari volume sewaktu pasang, jadi kita bisa deh jalan-jalan tanpa berbasah-basahan ke tengah laguna.

Segara Anakan waktu surut (ms.cafid collection)

Selesai bermain air, kita pun bermain futsal di tepi laguna. Hahaha, ini nih yang asik, menggiring bola plastik di pasir putih, dibutuhkan tenaga dobel dan kelihaian tinggi serta kaki super #lebay. Kadang kalau nendang bola sampai-sampai pasirnya pun ikut-ikutan melayang, bisa dijadikan jurus juga itu, hahhaa. Kurang lebih sejam futsal kita istirahat dan mandi.. mandi? Where?.

*s_info: di Pulau Sempu, yang namanya toilet itu ya di semak-semak, hehe.. Jadi disini tidak ada satu pun bangunan dari semen atau sejenisnya. Nah, salah satu kesulitan kita kalau camping di Pulau Sempu itu tidak ada kamar mandi, adanya ya di Pantai Sendang Biru. Kalau pun mandi kita bermandikan air asin di Segara Anakan. Jadi bisa dibayangkan betapa masih alaminya ini pulau. Sayangnya, sewaktu saya kesana, masih banyak pengunjung yang kurang peduli terhadap lingkungan. Mereka (tidak tahu siapa dan berapa jumlah orang) ada yang membuang sampah sembarangan, ada juga yang sehabis camp tidak membersihkan tempat camp seusai acara, jadi ada beberapa tempat yang masih ada sampahnya.

Kita pun mandi di ujung laguna yang sepi, saya hanya berkeramas ria, hanya bawa shampoo soalnya (tidak untuk ditiru karena bahan kimia dari shampoo bisa mencemari air di segara anakan #menyesal) hehe.. selesai mandi dan mengeringkan tubuh, saya pun segera mengusapkan bedak bayi ke sekujur tubuh. Hal ini bertujuan supaya badan kita tidak lengket-lengket karena kandungan air asin tadi. Biarin deh diliatin banyak orang, yang penting nyaman, haha..

Akhirnya petang pun tiba, suasana berubah seketika, menjadi gelap gulita tanpa cahaya lampu. Beruntungnya kita kemarin itu langit sama sekali tidak mendung sehingga bintang dan bulan tampak jelas menghiasi langit-langit.. Agenda malam kita yang pertama yaitu makan malam. Dengan bermodalkan kompor gas kecil, panci, dan mie instan, kita pun bergantian satu persatu memasak. Dan giliran saya pun datang, dengan memakai peralatan makan seadanya entah kenapa lagi-lagi makan malam saya kali ini sungguh istimewa. Sebenarnya mie rebus yang saya masak pun kurang matang karena air panasnya kurang panas, tapi sungguh enak banget, hehe.. mungkin karena suasana malam itu memang amazing🙂

Selesai makan malam acara selanjutnya yaitu membuat api unggun mini, dengan kayu seadanya, nyala pun paling cuma sekitar 10menitan (tidak boleh ditiru karena arang yang dihasilkan bisa mengotori pasir!!! #menyesal), haha.. Acara api unggun pun selesai, beranjak ke acara inti malam itu yaitu “games”. Mulai dari acara tebak jempol, sambung kalimat, sampai acara pang ping pong pun kita lakukan. Dan yang kalah harus diberi hukuman (coret wajah dengan bedak). Sungguh, mungkin malam kemarin, gerombolan kita lah yang paling rame dan ngakak sendiri, hahaha..

Dan kantuk pun sudah tidak tertahankan. Saya tidur di dalam tenda sementara temen-temen yang lain  tidur di sleeping bag. Rasanya tidur malam kemarin itu nyenyak sekali. Beralaskan hamparan pasir putih, beratapkan hitamnya langit, berselimutkan taburan bintang, diiringi suara alunan lembut ombak dan bercahayakan pancaran bulan. It was AWESOME,  AMAZING and SPECTACULAR :*

Matahari pun mulai menampakkan dirinya lagi, pagi itu kita harus packing karena besok akan kembali bekerja. Dan ternyata di Pulau Sempu ini ada banyak penghuninya (kecuali manusia), pagi itu banyak gerombolan monyet yang turun bukit karena mereka kelaparan, haha lucu juga melihat berbagai interaksi monyet di sekitar lokasi camp. Setelah mengemasi semua barang dan sampah kita, tibalah perpisahan dengan Segara Anakan. Bye bye bye…

suasana Segara Anakan di pagi hari
Poto bareng dulu sebelum pulang

Huuu, kita mesti trekking sejam lagi untuk bisa pulang ke rumah. Sesampainya di Tanjung Semut kita menunggu Pak Nelayan 08. Ditelpon berulang kali mailbox terus, hadoh, harap-harap cemas deh bisa pulang apa tidak. Tapi tak lama kemudian ada suara mesin kapal yang mendekati Tanjung Semut, alhamdulillah, Pak 08 akhirnya datang menjemput… Asikk..

Sampai di Pantai Sendang Biru kita langsung menuju penjual Es Degan.. Hemm, wenak mantap dah es degannya, segerr dan berasa banget degannya, ditambah dengan pentol cilok yang aduh juga banget polll enaknya #kbfk/??/ahsabcajkbcvxxx.

segernya es degan

Setelah mengembalikan sepatu anti licin, dan bersih-bersih diri kita langsung bablas pulang, kasurrr.. i’m home :*.. Di perjalan pulang kita mampir di sebuah depot makan Warung Jaya Onde-Onde yang berada di Tangkilsari, saya memilih sayur asem dan perkedel, haduh seger banget ya (dari tadi seger terus, hahaha).

Vacation kali ini sungguh luar biasa serunya, akhirnya impian perjalanan wisata Goes to Sempu sudah terlaksana, menyusul perjalanan wisata yang lain😀, amin.. Super big thanks to 11 teman yang menemani perjalanan kali ini..

 ——————————————————————————————————————————-

Untuk estimasi biaya yang telah saya habiskan di vacation goes to Sempu +/- = 95.000

-Bensin motor start dari Arjosari, Malang = 20.000

-Sarapan Soto = 8.000

-Iuran bayar tenda + naik perahu + tiket masuk = 30.000 (tergantung sesuai jumlah rombongan)

-Makan siang yang dibungkus di Sendang Biru = 7.000

-Es Degan = 7.000

-Pentol Cilok = 3.000

-Parkir motor semalam = 10.000

-Makan siang di perjalanan pulang = 9.000

19 thoughts on “The Amazing Sempu

  1. tambahin juga dam, yang berniat ke sana ga usah deh pake acara bikin api unggun sama mancing di segara anakan. ngerusak banget. miris sebenernya kmaren ak waktu anak2 bikin api unggun. untung ga seberapa lama padam. selain mengganggu proses keseimbangan alam yang terjadi secara alami dan merusak keanekaragaman hayati, abu sisa pembakaran yang dibiarkan dan dikubur di pasir pantai ternyata limbah berupa arang itu terbawa air laut saat pasang. saat surut kelihatan banget jejaknya di pantai, pasirnya jadi kotor menghitam dan membuat air lagunanya keruh. 3 tahun lalu ga separah keadaannya dibanding saat kunjungan kmaren. nyesel jadinya pulau sempu sampe diketahui masyarakat luas. manusianya susah dikasi tau dan susah diatur. itu yang mancing juga, jangan pernah kepikiran lagi deh. dinikmati aja ikan2 disitu pake snorkel, jangan pake lidah. itu suaka alam bukan kolam pemancingan. dulu itu banyak kutemui ikan2 besar brrseliweran di karang yg agak ditengah laguna. sekarang kudu sampe ujung laguna kalo mau lihat mereka. sumpah, mending cepet2 ditutup aja tempat itu untuk umum kalo tetep aja pengunjungnya macam itu semua. f*ck for them

  2. wahh.. super sekali mas onanim ini.. terimakasih atas saran-saran yang diberikan..
    1. api unggun
    oh gitu ya, baru tau kalo dampaknya akan begitu, so, marilah kalo camping lain kali gak usah mengadakan api unggun2an segala, cukup bawa senter aja😀. atau kalo pake api unggun konsekuensinya, arang2nya harus dibersihkan juga..
    2. mancing
    ya itu, herannya kmrn ko banyak yang hunting ikan disana, padahal kemarin itu pas liat cumi-cumi (sekilas) sudah seneng banget apalagi kalo ada ikan besar2 yang sudah diceritakan sama mas onanim tadi, wahhh.. pasti bagus banget.
    3. penutupan tmpt wisata
    lebih baik gak ditutup tapi lebih diproteksi lagi masalh peraturan2 berwisata kesana, kan sayang kalo gak dinikmati tuh view nya. ya harus diperlukan kesadara orang2 yang berkunjung juga lah. yang saya prihatinkan kmrn juga adalah karena sampah2nya, hadohh.. tapi temen saya kmrn ada yg baik peringainya, pas perjalanan pulang dia munguti sampah, sebenernya saya juga mau melakukan hal sedemikian tapi apalah daya, tas saya berat dan bawa tenda lipat yang lumayan berat, hhee.. (ngeles)..
    4. saya ucapkan trmksh sekali lagi buat mas onanim

  3. tempat wisata? itu bukan tempat wisata dam. suaka alam, sekali lagi “suaka alam”.
    aku juga lupa gak ngasi tau setelah dikasi ijin berkunjung ke pulau sempu sama bapak penajaga suaka itu. waktu minta ijin buat berkunjung ke pulau sempu kemaren dikasi tau sama bapaknya. alkisah, begini wejangannya:
    1. fakta secara yuridis, Pulau Sempu merupakan suaka alam yang dilindungi pemerintah. Jika hendak masuk ke pulau cantik itu, pengunjung wajib mengantongi izin dari dinas terkait (lupa namanya) yang ada di Surabaya sana. Dan kegiatan yang dibolehkan pun juga kegiatan yang memiliki hubungan kuat dengan apa yang ada di sana, entah penelitian, pembersihan, ataupun kegiatan yang lainnya yang masih memiliki keterkaitan.
    2. untuk pemberian izin di pos penjaga yang ada di sendang biru, itu sebenarnya tidak dibenarkan secara hukum. petugas disana selain bertugas menjaga dan mengawasi suaka alam pulau sempu, tugas lainnya hanya memantau pengunjung yang hendak masuk ke pulau sempu dengan membawa surat izin resmi dari surabaya tadi. cuman penjaga disana juga masih orang jawa, yang “notabene”nya adalah orang yang punya rasa simpati dan empati yang tinggi, alhasil memberikan izin dengan secarik kertas berisi data pengunjung dan aktivitas yang akan dilakukan selama disana serta menuliskan nama dan identitas pada buku catatan pengunjung yang dimiliki penjaga tersebut.
    3. Selama di dalam pulau, pengunjung wajib mematuhi aturan : “baik sebelum atau sesudah adanya keberadaan pengunjung disana, tidak ada suatu apapun yang bertambah ataupun berkurang di pulau itu”. jadi kita cuma punya hak untuk menginjakkan kaki saja disana. ga ada itu izin ngumpulin kayu bakar buat dijadikan api unggun, buang sampah di dalam pulau, ataupun mengambil semua yang ada di situ.
    4. bapaknya sempat kecewa sama aktivitas pengunjung yang berkedok pecinta alam yang ternyata di dalam pulau malah merusak apa yang ada di situ. ranting2 ditebangi untuk dibakar, karang dirusak, ikan dipancing, pasir di segara anakan diambil untuk dijadikan oleh-oleh, buang limbah sabun di segara anakan, dan aktivitas lain yang sempat bikin geram bapaknya.
    5. tidak ada yang bertanggung jawab penjaga dan dinas terkait atas apa yang terjadi terhadap pengunjung yang tidak mengantongi izin dari dinas terkait di surabaya (KSDA kalo ga salah ya) jika terjadi sesuatu di pulau tersebut. istilahnya, kalopun kita mati, dibiarkan membusuk di tempat itu pun menjadi suatu hal yang dibenarkan. pihak terkait tidak ada tanggung jawab apapun dan dibenarkan secara hukum.
    6. jalanan yang sulit untuk mencapai segara anakan dan dibiarkan seperti itu ya memang disesuaikan dengan fungsi awal dari pulau tersebut.
    7. banyak salah kaprah pemahaman orang tentang status pulau tersebut. banyak yang berpikir tempat itu adalah pulau wisata alam. beliau menyayangkan tentang informasi di internet yang justru seringkali hanya mengedepankan aspek wajib dikunjunginya pulau itu tanpa memberikan informasi tentang prosedur perizinan untuk masuk ke pulau itu.

    3 tahun yang lalu aku juga sama seperti yang lain, wisata dan wisata. tapi kunjungan kmaren bareng anak-anak cukup membuka mata dengan membandingkan kondisi sekarang dan 3 tahun yang lalu yang menurutku sudah sangat berbeda. banyak kerusakan sana-sini. miris, sayang, marah. sumpah, sakit ati banget walopun tempat itu bukan punyaku.

    yah, walaupun saat itu sempat ngelanggar aturan untuk tidak menaiki tebing, tapi aku punya prinsip, selama yang kulakukan pertanggungjawabannya terbeban pada diri sendiri dan tidak merugikan alam maupun manusia yang ada disitu, that’s fine.

    saranku, kalo emang mau dibuka untuk umum, mungkin pengelolaannya bisa mencontoh taman nasional pulau komodo. dimana pengunjung kalo emang mau masuk harus didampingi seorang ranger. membayar lebih? ya, sebagai konsekuensi tentunya.

  4. whahaha.. iyaa.. saya jadi merasa jadi orang yang jahat, hehehe..
    1. jadi namanya suaka alam ya, kirain tempat wisata? tapi saya setuju dengan pendapat mas onanim yang mebuat suapay pulau sempu dijadikan kayak pulau komodo, bagussss.. pasti lebih terawat dan terjaga lingkungannya..
    2. wihh.. ternyata perizinannya sulit juga ya, kirain mudah gitu, lha kemarin ketua regu gak ngomong2 masalah perizinan sih, jadinya saya taunya hanya beres #ehhh salah ya, hhee (brarti saya kurang tanggap)
    3. huahahauaha, saya jadi malu kmrn saya bawa shampoo segala, hhee.. next time gak akan terulang deh.. dan mslh pengambilan ikan, pasir, kerang, karang itu saya juga kurang setuju, tapi emng masih banyak orang yang melakukan hal dmikian, semakin dilarang, semakin menjadi-jadi.. harus ada penjagaan dan kesadaran lagi-lagi.
    4. jadi pengen ke jaman 3 tahun yg lalu, pasti lebih bagus ya, wong pas kemarin aja sudah bagus banget apalagi dulu ???
    5. super sekali wawasannya, hehe

  5. blognya nunggu deh ya selesainya nyusun laporan keuangan. ntar isinya tentang laporan keuangan juga. mau baca? hhaa…

  6. Saya sebenernya juga mupeng ke Sempu… tapi blm ada kesempatan ke sana, jangankan Sempu yang suaka alam itu, Bromo yang baru saya kunjungi dan banyaknya sampah di pasir2nya aja sudah berhasil buat saya ngomel2.. Emang harusnya ada Guide yang mendampingi seperti kata mbak/mas Onanim..

    Visit blog ku balik ya, monggo di follow juga dan link nya mas sadam saya pasang. thx.

  7. iya, saya juga sangat setuju dengan hal itu, dimana untuk menjaga kelestarian suaka alam sempu memang harus diperhatikan secara ekstra, harus ada kesadaran dari diri sendiri dan kesadaran bersama.. saya juga prihatin dengan adanya sampah di sepanjang jalan menuju segara anakan.. harus sadar diri dulu lah..
    makasih ya dah di pasang link ku😀.. udah tak pasang balik link kmu, salam kenal windira🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s