My Fabulous Journey in Goa Cina Beach

Sabtu (10/06/2012) itu merupakan hari penentuan saya untuk bisa solo-travelling atau tidak. Ya., karena agenda vacation kali ini masih belum tentu arahnya. Ada yang ikut tapi ragu-ragu dan ada yang sudah bilang ikut tapi saya masih meragukannya, hehehe.. Sebenarnya tujuan vacation kali ini tidak begitu jauh dijangkau dari kota Malang, yaitu ke Pantai Goa Cina, sebuah pantai yang terletak di Malang Selatan, dan berdampingan dengan Pantai Bajulmati. Dinamakan Goa Cina karena di pantai ini terdapat Goa dimana jaman dahulu ada orang Cina yang bersemedi di goa tersebut, sehingga munculah nama pantai Goa Cina.

Sabtu malam pun tiba, dan eng ing eng, ada perasaan gembira tapi juga ada perasaan sedih. Gembira karena aku akan membuat terobosan baru *ceielaaa* akan ber-solo-travelling, dimana kejadian ini merupakan hal yang jarang saya lakukan. Dan sedihnya adalah ketika saya nanti akan foto-foto diri dengan sendiri, wkwkwkw..

Minggu pagi sekitar jam 8 saya sudah siap untuk mengendarai si hitam. Greng grenggg grenggggg… Tidak lebih dari 30menit saya mengalami musibah, hemmm, ban bocor “elus dada”, tapi gak apalah, dinikmati saja perjalanan ini, hehe..  Setelah 30menit urusan tambal menambal ban selesai, saya pun melanjutkan perjalanan, walaupun panas tetapi saya tetap bersemangat dan menikmati perjalanan ini.

Kurang lebih 2 jam perjalanan saya sampai di pertigaan jalan menuju pantai ini, jalannya sangat parah belum diaspal, hampir sama kayak perjalanan menuju pantai Kondang Merak, saya mengelus-elus si hitam supaya dia kuat melewati rintangan ini *faigtingggg.. haha.. Dan akhirnya sampai juga di parkiran.. Untuk HTM wisata ini tergolong murah yaitu IDR 2,000 dan parkir IDR 1,000. Untuk masuk toiletnya pun juga sewnya standar untuk BAK seriburupiah dan untuk mandi duariburupiah.

Melihat pertama pantai ini seolah olah saya flashback melihat pantai Bajulmati, ombaknya gede banget disertai angin yang lumayan kencang. Akan tetapi pasir di pantai ini pasir putih, itulah yang membedakannya dengan Bajulmati. Pantai ini terbagi jadi 3 bagian, bagian kanan yaitu berupa hamparan pasir putih yang sangat panjang, bagian tengah adalah sebuah gua, yang ukurannya tidak terlalu besar, dan bagian kiri berupa pantai yang banyak terdapat karang. Ciri khas dari pantai ini yaitu pada bagian kanan pantai hamparan pasirnya lumayan miring 30 derajat, sehingga kesannya pantai ini “tinggi”.

Bagian kanan pantai
Ombak yang gede
Lokasi Goa Cina
Sisi kiri pantai
Ombak yang menari-nari

Situasi pantai pada hari itu lumayan ramai, banyak rombongan keluarga dan juga rombongan mahasiswa yang camping di area pantai. Saya menikmati kesendirian pada waktu itu, berjalan sepanjang pantai dan pastinya jepret-jepret pantainya, tidak lupa jepret diri sendiri, wkwkwk.. Saya tidak masuk ke dalam Goa karena pertimbangan saya selain saya sendirian, juga Goa pada waktu itu sepi, yang membuat saya merinding untuk memasukinya, hehe..

Sepuas saya menikmati keelokan pantai ini saya pun memutuskan untuk makan siang sekalian mencoba kuliner disekitar sini. Setelah keliling area penjual makanan saya tidak menemukan yang istimewa, tetapi ada warung yang lumayan membuat saya interest, yaitu Bakso Pancor. Karena namanya unik akhirnya saya masuk ke dalam warung dan memesan seporsi bakso pancor beserta minuman dingin.. Sekilas seperti bakso-bakso biasa, mungkin sama dengan bakso-bakso yang lain. Tapi ukuran baso nya lebih gede-gede. Lumayan lah buat menambah tenaga di perjalanan pulang. Untuk bakso dan minuman saya merogoh kocek IDR 8,000, murah juga, hhee..

Bakso pancor (sudah habis)

Selesai makan saya pun memutuskan untuk langsung pulang kembali ke Malang, tetapi saya mampir sebentar mengunjungi jembatan Bajulmati yang bagusss, tapi sayang tidak berfoto-foto, hehe, cuman nyimpen di kepala saya saja sudah cukup. Dan selesai muter-muter jalan, saya pun pulang, grenggggggg….

Kesan saya di vacation kali ini lebih terasa asiknya sendirian, ketenangan dan kepuasan batin sudah tercapai, dan saya juga bisa bebas menentukan arah dan tujuan :*. Terimakasih pantai Goa Cina..

Maksa banget ya fotonya, haha

9 thoughts on “My Fabulous Journey in Goa Cina Beach

  1. serukan solo traveling, aku juga waktu jalan-jalan sendiri ngerasa bisa dapet feel-nya gitu. apa ya, bisa menikmati & meresapi makna perjalanan itu dengan interaksi batin dan cara saya sendiri #azek haha yuk ah, pengen mbolang bareng😄

  2. hahaha… serrruuuu… bisa melakukan sesuka hati.. bebas🙂..
    ayokk.. kpn dah kita bisa backpack barengan.. “oneday yoh”

  3. bang, akses manuju pantai ini apa bisa di lewati mobil sedan ya? soalnya ada yang bilang 1km sebelum pantainya tuh jalannya masih batuan. pengen banget nih kesana, tinggal tunggu waktunya aja hehe

  4. bisa bang, 800 meter sebelum lokasi kondisi jalannya memang hanya ada makadaman yang kurang rata, tapi untuk kendaraan sedan masih bisa masuk. buagus deh pantai malang yang satu ini, dijamin gak rugi kalo sudah pernaah kesini..🙂

  5. Mau tanya , untuk sedan kecil jenis honda brio apa bisa ? dan apakah jalanan ke arah sana dari surabaya tanjakannya curam ? apa kuat nanjak ya mobil cc kecil ?

  6. maaf baru buka blog mbak fanny…
    bisa ko, jalanan udah baik sekali, suman 800 meter sebelum pantainya yang gak banget, masih berupa makadaman dengan tekstur batu karang yang kurang rata.. pelan-pelan asal kelakon kalo kesana😀, tanjakannya biasa saja, saya naik mio masih bisa…

  7. Makasih mas mau jawab …. mau tanya lagi , separah apa ya jalan makadamnya yg 800 meter itu ? apa bisa di lewati mobil kecil sejenis Brio ? Kalau bulan Maret spt sekarang masih hujan kira2 parah gak ya jalan makadamnya itu ?
    Makasih banget ya sebelumnya untuk jawabannya ….

  8. maaf mbak fanny saya balasnya lama lagi, hehe..
    kalo pernh ke pantai Kondang Merak jalanan batunya gak beda jauh. Cuman parah yang 800 meter ini, mungkin waktu2 dekat ini sudah diperbaiki soalnya Pantai Goa Cina sudah mulai rame. Kalo naik mobil sejenis Brio saya kira gpp, masih bisa. Musim hujan pastinya lebih licin, lebih berhati-hati saja.
    Terimakasih sudah mampir🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s