Kota Tapal Kuda (Jember)

Sabtu itu adalah hari yang saya nantikan kedatangannya. Ya, tanggal 19 Mei 2012 saya akan vacation ke Jember, sebuah daerah tapal kuda yang berada di bagian selatan Jawa Timur. Hari itu pagi-pagi sekali saya berangkat dari rumah menuju Malang dengan mengendarai sepeda. Sesampainya di Malang saya bergegas menuju terminal Arjosari dengan jurusan Probolinggo, setelah muter-muter di pangkalan bus akhirnya saya bertemu dengan PO bus Ladju, lalu saya masuk untuk mencari-cari kursi yang kosong. Sip, dapet kursi di tengah (favorit). Pukul 08.15 bus berangkat. Tiket dari Malang menuju Probolinggo berkisar antara IDR 12,000 – IDR 14,000 untuk bus tarif biasa. Kalau bus patas lebih mahal 2 kali lipatnya. Yang saya suka kalau naik bus tarif biasa adalah banyak sekali hiburannya, salah satu favorit saya yaitu ada pengamen, hehe.. Dengan berbagai karakter suara mereka, itu cukup menghibur sepanjang perjalanan saya. Tak lupa untuk mengapresiasi karya mereka, saya memberikan beberapa koin ratusan/ lembaran ribuan tiap mereka selesai tampil tergantung tingkat entertainnya😀.

Sampai Probolinggo kira-kira pukul 10.10 WIB. Saya celingukan mencari bus dengan jurusan Jember yang belum muncul-muncul. Akhirnya setelah menunggu sekitar 10menitan saya menemukannya alhamdulillah. Kondisi bus pada saat itu sudah penuh, tapi saya terus mencari kursi kosong, dan akhirnya dapet juga tempat duduk, gotcha!! Di dalam bus saya langsung disuguhi pengamen wanita yang menyanyikan lagu-lagu lawas, hemm.. serasa di jamannya bung Karno, hahaha..

*s_tips: Sewaktu naik bus dari Probolinggo menuju Jember, lebih baik mencari kursi di sisi kanan karena nanti Anda akan dapat pemandangan yang bagus😀. Apakah itu, jawabannya bukan lain bukan tidak, di sepanjang kota Lumajang akan banyak kita jumpai sungai dimana aliran sungai ini unik, akan ada semacam sungai yang bisa dibelokkan dari atas ke bawah trus dimunculkan lagi ke atas. Unik bukan? Usut cerita saluran irigasi itu dibuat pada masa penjajahan Belanda.

1 jam kemudian saya sampai di terminal Lumajang, disana sudah ada Adi yang sudah menunggu kedatangan bus yang saya tumpangi. Untuk tarif bus dari Probolinggo – Jember saya membayar IDR 14,000. Kurang lebih 1 ¼ jam kita sampai terminal Tawangalun Jember. Kita mencari tempat istirahat sambil menunggu jemputan Aril. Selang 10menit kemudian datang juga Aril. Asekkk..

Jember I’m coming… Tujuan pertama kita yaitu kediaman Aril. Kita istirahat sejenak, lalu mengisi perut yang sudah bersolo keroncong dari tadi😀 dan sholat dhuhur, nantinya juga akan bermalam di rumah Aril. Setelah selesai bersiap diri, pukul 14.30 WIB kita berangkat menuju Tanjung Papuma beach. Hemm, rasanya gak sabar untuk mengeksplore pantai yang terkenal ini. Pantai ini terletak di kecamatan Ambulu, lokasinya bersebelahan dengan Watu Ulo beach. Akses jalan menuju pantai sudah baik, pemerintah setempat benar-benar memperhatikan wisata ini. Sayang walaupun kondisi jalannya bagus tetapi masih sempit.

Pukul 15.15 kita sampai di Tanjung Papuma beach. Tapi di sini rame sekali karena pada waktu itu para bikers nasional dari berbagai penjuru daerah di Indonesia sedang berkumpul, saya pun juga sempat bertemu dengan teman saya yang ikut dalam even tersebut. Dengan membayar HTM IDR 8,000 kita sudah bisa memasuki Papuma. “The Meteors in Papuma” itulah kesan pertama saya melihat pantai ini. Banyak sekali saya menjumpai batu dengan ukuran besar. Dan dengan aneka bentuk yang unik. Sekilas nampak seperti Tanah Lot nya Bali. Tapi Tanjung Papuma lebih terlihat “garang” dengan batunya yang bertekstur lancip dan kasar.

Kita bertiga terlebih dahulu mengelilingi pantai ini naik mobil, melihat spot-spot yang nantinya bisa kita buat foto-foto, hehehe.. Area pantai ini sangat luas. Dari parkiran yang akan dijumpai batu-batu sampai di ujung timur pantai yang berpasir dan suasanya tenang. Setelah selesai muter-muter kita memarkir mobil.

Waw, walaupun hari itu sudah sore, tapi pantai Tanjung Papuma masih terlihat sangat eksotis. Air yang biru dan ombak yang besar mengikuti langkah-langkah kecil saya. Banyak sekali spot-spot yang bisa buat foto.

Adi & Aril
salah satu “meteor” di Papuma
Suasana sore hari di pantai Tanjung Papuma
“meteor” lainnya
tebing karang yang sangat tinggi
View dari atas tebing (sore hampir malam)

Selesai mengeksplore pantai ini, kita memutuskan untuk pulang karena hari sudah sore. Kita juga mampir di musholla untuk menunaikan sholat ashar terlebih dahulu. Di pantai ini juga disediakan banyak cottage-cottage kecil yang lokasinya langsung menghadap pantai, kayaknya boleh juga suatu saat nanti untuk menginap di sini.

Sampai di rumah Aril lagi, kita membersihkan badan dan istirahat terlebih dahulu. Lalu sekitar pukul 19.30 kita keluar lagi. Menuju salah satu kuliner khas Jember, Soto Ayu. Bayangan saya mendengar nama Soto Ayu pasti yang menjual orangnya cantik-cantik, but it’s wrong, penjualnya laki-laki semua, hahaha.. Lokasi warung ini terletak di pasar Tanjung Jember. Buka hanya pada sore sampai malam hari. Saya memesan soto ayu dan es jeruk. Hemm, nyam nyam, lumayan enak juga. Ciri khasnya terletak pada kuah dari soto ini, kental juga gak, encer juga gak, enak dah. Dan yang paling khas yaitu pada soto ini akan kita jumpai irisan tomat. Baru pertama ngerti kalo soto juga ada tomatnya😀.

Selesai makan malam, kita terlebih dahulu melihat Jember di malam hari. Mulai dari mengunjungi Universitas Negeri Jember, lalu melewati Gedung DPRD, Rumah Sakit Pemda, Jalan Jawa sebagai pusat mode warga sekitar dan terakhir kita menghabiskan malam di alun-alun kota Jember. Alun-alun ini menurut saya juga berbeda dengan alun-alun di kota lain. Lapangannya sangat luas, penerangan lampu juga banyak (seolah-olah berada di stadion), lalu yang jadi ciri khasnya yaitu pada satu sisi di tanami banyak sekali pohon kelapa yang disusun rapih dibalut dengan hiasan-hiasan lampu, hemm…

Salah satu pohon kelapa di Alun-Alun Jember

(to be continued)

14 thoughts on “Kota Tapal Kuda (Jember)

  1. Bagus tulisannya,heheh..klo ada yg baik d jember sebarkan k semua org. Kalau ada yang gak berkenan tolong sampaikan langsung ke tuan rumah,heheh.
    oya..ralat:
    1. uangnya kok pake dolar?
    2. sejak kapan ambulu berubah menjadi kabupaten?dia kecamatan di kabupaten jember
    3. tempat soto ayu d pasar tanjung bukan pasar tawang alun,heheheh

    Undangan:
    Saya undang semua pembaca blog ini untuk berkunjung ke jember, khususnya antara Tanggal 3 Juni 2012 – 14 Juli 2012 karena pada tanggal tersebut jember memiliki even tahunan yang bernama BBJ.. info lebih lengkap tentang jadwal BBJ silahkan kunjungi http://arilrizkiamrullah.blogspot.com/2012/05/naturally-jember.html biaya akomodasi tentu ditanggung pengunjung :p

  2. haha.. yoa.. emang Jember bagus ko..😀
    1. IDR bukannya Indonesian Rupiah? hehe..
    2 & 3. Ups, salah, haha.. sorry2.. bentar lagi tak sunting.
    Saya terima undangannya, dan saya pengen nonton Jember Festival Carnival😀
    Thankyu ya komentarnya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s