Coban Sepukul

Banyak warga lokal desa saya yang belum tau ada sebuah air terjun yang menyimpan berbagai pesonanya. Saya sendiri juga baru tau sewaktu masih SMP itupun hanya mendengar namanya, belum pernah melihat dengan mata kepala sendiri  air terjun itu. Rasa penasaran itu masih belum terbayar sampai saya menginjak masa kuliah..

Pagi itu saya sudah menyiapkan fisik buat menjajal track menuju Coban Sepukul. Saya bersama Sicko, Firna, Ayuhan, dan Rozak terlebih dahulu menjemput Sholeh. Sampai di rumah Sholeh kita tanpa basa-basi langsung disuguhi durian asli Kasembon, hahaha.. Banyak macamnya sampai saya sendiri lupa namanya apa aja. Diantara kami yang paling semangat adalah Firna😀. Selesai makan durian, Sholeh mengajak teman-teman untuk menuju perkebunan duriannya. Dan berangkat…

Jalan menuju perkebunan cukup susah, licin, tidak ber-aspal, jadi kita harus berhati-hati. Sampai tiba di sebuah rumah kosong yang agak horor di tengah-tengah perkebunan saya sedikit merinding, karena situasi pada saat itu memang sepi lengang ditambah hujan gerimis. Selesai gerimis reda kita mengelilingi perkebunan yang licin. Dan durinya pun banyak kali ya. Menggantung sana sini dan besar-besar, jadi mupeng lagi makan durian. Selesai berkeliling kita langsung bergegas menuju tujuan awal kita yaitu Coban Sepukul.

Pohon Duren

Untuk memarkir sepeda, kita menitipkannya di rumah warga. Lalu kita menuju lokasi. Saya kira medannya sangat susah seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya ke Air Terjun Dolo dan Air Terjun Coban Rondo, tetapi bayangan itu sirna seketika. Jalurnya sangat mudah dijangkau, hanya melewati sungai-sungai kecil dan rerumputan kita sudah bisa menikmati air terjun.

Jalan menuju air terjun

Dari jarak 30meter, sudah terdengar gemericik air terjun. Saya jadi lebih bersemangat untuk segera mengeksplor pesona air terjun ini. Sampai tepat di depannya, saya tidak akan menyia-nyiakannya untuk sekedar bengong, jadi kita ambil deh sesi pemotretan, hahaha..

Pose di depan air terjun

Setelah puas, kita langsung menuju pendakian air terjun. Coban Sepukul ini sangat unik menurut saya karena bentuk air terjunnya yang berundak ditambah dengan lapisan batu di sekelilingnya. Anehnya, aliran sungai atasnya kecil, tapi kenapa bisa banyak batu-batu yang sangat tersusun seperti bangunan tembok (kagum). Dinamakan Coban Sepukul karena, coban yang berarti air terjun, sepukul merupakan nama desa letak air terjun ini.

Air terjun ini terdiri atas 4 undakan, dimana masing undakannya memiliki ciri tersendiri. Dan kita bisa menaiki undakan-undakan ini dengan tidak terlalu bersusah payah. Lebar air terjun kurang lebih 2 meter. Tinggi keseluruhan kurang lebih 25 meter. Kita menemukan banyak genangan air di undakan pertama dan kedua. Untuk undakan selanjutnya juga terdapat genangan air tetapi lebih besar sehingga seperti kolam renang lingkaran mini, haha.. Dan sampainya di puncak air terjun, kita hanya bermain air, merendam kaki di aliran, dan rasanya itu damai di hati. Ditambah udara yang segar. Hemm… perasaan ini merupakan sesuatu yang sangat mahal..

Undakan ketiga
Di undakan kedua
Batu-batu
Puncaknya

Setelah puas menikmati air terjun, kita memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing, eh tapi, sandal saya disembunyikan, wahhh.. berabe ini kalo pulang gak pakai sandal. Tapi akhirnya ketemu juga. Kita mampir ke rumah Ayuhan sebentar dan sama dia, ehh kita dikasih oleh-oleh (rambutan).. Alhamdulillah, makasih kakak :D.

Thanks to: Ayuhan, Sicko, Sholeh, Firna, Rozak (Mari suatu saat nanti kita mengeksplor lagi akan pesona alam Kasembon :D)

12 thoughts on “Coban Sepukul

  1. Hehheheheh…… Wah Aku Posting nya keduluan sadam… ehhehe tapi sipp2… kapan2 kita jajal yang lebih menantang lagi ya dam. misal kita buat ansos analisis sosial di daerah kaasembon yang mungkin masyarakatnya masih jauh dari kesan modernisasi. ya masyarakt marhaen. jadi selain pesoana keindahan alam kita juga tampilkan beberapa sisi yang mungkin tidak terusik oleh kasat mata. hhehehe…. oke2 dam makasih ya…. sisp222….

  2. Aku jadi terharu bacanya.. wkwkwkwk
    Ayo ke sana lagi, tapi kalau mampir ke rumahku g dapat rambutan lagi ya…*udah g musim,😀

  3. hahahaha… kapan-kapan ajak ke sumber deket airterjunnya Han.. kayake seru juga itu😀..
    gak ada rambutan, markissa pun jadi :p

  4. Lha kemarin tak ajak naik terus menelusuri sungainya g mau,😀
    Ok.Ok..kalau ada juga ya???🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s