Kasembon (lagi)

Hehehe, saking cintanya sama Kasembon, postingan kali ini aku bahas tentang seputar Kasembon lagi dan pastinya masih seputar sisi-sisi Kasembon yang lain.
Pesona alam yang ditawarkan di Kasembon selain ada Kasembon rafting, ada juga pemandangan yang hemm.. aroma udara segernya terasa, bisa memanjakan mata, dan menenangkan jiwa. Sebenarnya hanya hamparan sawah dan kali-kali kecil disepanjang jalan, tapi jika bener-bener dinikmati maka sungguh indah dan menjadi sesuatu. Tiap ada kesempatan, khususnya di pagi hari dan sore hari aku pasti menyempatkan waktu untuk gowes di sekitar Kasembon. Sudah badan sehat, hati juga menjadi semakin tenteram. Bisa buat ngilangin stress juga.
Aku suka banget lihat hamparan sawah di sini, karena ciri khas dari tempat ini yaitu banyak bebatuan dari kecil hingga besar yang ada di tengah-tengah sawah dan tak beraturan tempatnya. Asal usul bebatuan ini antara lain dari sisa-sisa letusan gunung Krengih yang sekarang sudah mati dan gunung-gunung di sekitar Kasembon lainnya.
Kasembon juga identik dengan buah durian.. Pasti semua sudah pada tahu bagaimana rasanya durian itu… Lezzzaaattt bukan.. Durian khas sini juga enak-enak dan kalau musim duren tiba pasti harga buah ini juga murah. Mulai dari 5.000 rupiah sampai ada juga yang 100.000 rupiah.
Hahaha.. Mungkin cukup sekian gambaran tentang Kasembon, terimakasih telah berkunjung 

4 thoughts on “Kasembon (lagi)

  1. Itu, batu besar tengah sawah yg ada di Bayem sebelum Bulung ya ? Ditempat itu dulu adalah tempat gugurnya pahlawan Mat Sobari, prajurit dgn tugas PMI/kesehatan. Kemungkinan dr kompi Sumadi / batalyon Sunandar. Dulu thn 80an ada tulisan di dekat batu besar itu.

  2. wah, saya malah baru tahu sejarahnya itu mas Yunus. ternyata ada ceritanya juga ya batu itu.. hehe.. makasih informasinya🙂

  3. Ada lagi pahlawan yg gugur di bukit tepatnya sblm tikungan goa jepang PLTA mendalan. Namanya lettu Sugiarto, gugur tgl 26 Desember 1948 jam 3.30 pagi. Dalam sebuah pertempuran jarak dekat yg brutal, sampai harus menghunus bayonet dan samurai. Beliau juga dr kompi Sumadi. Kini sosoknya diabadikan pd monumen di pertigaan Ngantang.

  4. oh iya mas yunus.. kalo beliau aku jg prnh dnger ceritanya.. pas jaman smp masuk buku sejarah kab.malang soalnya, hehe..
    goa2 buatannya masih awet smpe skrg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s