The Black Sand in Bajulmati Beach

Pagi sekitar jam 8 aku dan 7 temen-temenku (Afkar, Dana, Aji, Praz, Wahyu, Yakob, Pandu) berangkat menuju Pantai Bajulmati. Lokasinya ada di Malang Selatan, Kecamatan Gedangan. Kalau di tempuh naek sepeda motor dari Malang, kurang lebih menghabiskan 2 sampe 3 jam. Lokasi pantai ini mudah dijangkau karena akses jalan menuju kesana sudah baik.

Di perjalanan berangkat kami mampir ke sebuah warung nasi pecel ala Tulungagung. Disini ini yang membuat kami emosi adalah lamanya si penjual bungkus nasinya, masak bungkus makan saja sampe 1,5 jam.. Si penjual emang rada lelet ya, gak rada lagi, tapi lelet banget, hahaha. Setelah makan, kami nerusin lagi menuju Bajulmati.

Jalanan terasa panas banget, tapi itu semua terbayar oleh pemandangan menuju kesana, banyak pohon-pohon besar, bukit, batuan kapur, jalan belok-belok.. Dan ada satu jalan turunan yang membuat kami hampir jatuh semua, hhhaaaa.. makk nyotttt… Trus terbayar juga ketika kita melewati jembatan yang keren abis… Struktur jembatannya melengkung membentuk setengah lingkaran, trus air dibawahnya biru kehijauan yang terhampar luas. Tak lupa, even ini kita buat foto-foto… Gokil dah..

Kurang lebih 5 menit, kita sampai juga yang namanya Bajulmati’s beach. Kita gak membayar htm karena kebetulan yang jaga gak ada, tapi kalo pas ada penjaganya bayar sekitar 5ribu. Setelah parkir mata ini langsung tertuju pada lepas pantai.. Waww…. Air biru, ombak putih, langit cerah, awan yang bergerombolan, pasir yang hitam menyambut kita. Pantai dsini istimewanya pasir berwarna hitam dimana teksturnya lembut sehingga nyaman di kaki. Trus khas pantai Malang Selatan yaitu ombaknya yang besar dengan suara yang gemuruh nyaring, hhee.. Kenapa dinamakan Bajulmati?? Mungkin karena disana ada bukit-bukit yang membentuk seperti buaya mati… Kayaknya sih gitu..

Di pantai ini, hal pertama dilakukan yaitu “branch” breakfastlunch.. Setelah makan, kita langsung nyebur ke pantai. Walaupun disana matahari terlalu kinclong-kinclong, tapi gak apa lah, kulit gosong kan masih bisa balik lagi. Kita bercengkerama dengan ombak, guling-guling, foto-foto, maen pasir, ngubur temen kita pake pasir, dan maen sepak bola pasir..

Setelah selesai, kita mandi, sholat, trus cabut pulang.. Di perjalanan pulang kita kedatangan tamu yaitu hujan.. Gak apa-apa deh, semakin menambah serunya perjalanan. Kita juga tak lupa mampir di warung bakso tennis, dengan ukuran pentolnya yang gedhe.. Rasanya nikmat banget makan bakso ini pas hujan-hujan.

(Tulisan ini juga bisa dilihat pada jadicerdas.com)

4 thoughts on “The Black Sand in Bajulmati Beach

  1. Iya, g kalah sama pantai yang lain. Untuk transportasinya bisa mobil dan sepeda motor. Jalan menuju ke pantai Bajulmati g susah ko. Waktu tempuh kurang lebih 3 jam.
    😀 Salam

  2. Begini.. dari UB/ Dinoyo naek angkot yang menuju Kepanjen, trus ntar tpi ending2nya harus ngojek Teman.. Soale walopun jalanan menuju sana sudah baik, tpi angkotnya gk ada. Paling enak nebeng temen cowok/ rombongan mobil aja🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s